NASIONAL.NEWS — Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XXIV yang dirangkai dengan prosesi Penugasan Kader Da’i.
Acara berlangsung di Kampus The Leader University STAIL, Kejawan Putih Tambak VI/1, Surabaya, pada Sabtu (30/8/2025)
Sebanyak 82 wisudawan resmi dikukuhkan pada kesempatan ini. Mereka berasal dari empat program studi yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Kehadiran sejumlah tokoh nasional turut menambah khidmat acara, salah satunya Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, penasehat ahli Menteri Agama RI.
Penugasan Dai Masyarakat
Dalam tradisi STAIL, prosesi wisuda selalu dibarengi dengan penugasan kader da’i. Setiap lulusan diarahkan untuk mengabdikan diri di berbagai daerah, membawa misi dakwah dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Panitia, Syahri Sauma, M.Kom.I, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan bagian dari perjalanan dakwah lulusan.
“Mereka tidak sekadar membawa ijazah, tetapi juga misi dakwah yang harus dihidupkan di tengah masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya kepada nasional.news.
Selain itu, STAIL memberikan penghargaan kepada delapan mahasiswa terbaik dari program unggulan Markazul Qur’an wal Lughoh.
Program yang telah berjalan selama lima tahun ini bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu al-Qur’an, tetapi juga mampu membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sarjana Menjawab Kebutuhan Bangsa
Ketua STAIL Surabaya, Muh. Idris, M.Pd., menyampaikan pentingnya peran lulusan dalam menjawab kebutuhan umat Islam dan bangsa Indonesia. Menurutnya, STAIL berkomitmen menghadirkan sarjana yang memiliki integritas keilmuan, moralitas, serta semangat pengabdian yang tinggi.
“STAIL berkomitmen terus melahirkan kader-kader intelektual muslim yang memiliki integritas, kompetensi, serta militansi dakwah yang kuat,” tegasnya.
Idris menambahkan, angkaian acara ini menjadi bukti konsistensi STAIL Surabaya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan.
“Melalui penugasan kader da’i, wisuda angkatan ke-XXIV ini menjadi tonggak penguatan komitmen STAIL terhadap dakwah dan visi pembangunan nasional,” katanya.
Suasana wisuda menjadi semakin emosional dengan kesaksian langsung dari para wisudawan. Muhammad Fadil, salah satu mahasiswa yang diwisuda, mengaku merasakan kebahagiaan bercampur kecemasan menjelang penugasan.
“Saya bahagia bisa sampai di titik ini setelah perjalanan empat tahun. Namun juga deg-degan karena belum tahu akan ditugaskan di mana. Tapi InsyaAllah dimanapun saya siap,” tuturnya.