NASIONAL.NEWS (Jakarta) — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria, menegaskan pentingnya orientasi bersama dalam membaca arah perubahan teknologi dan dinamika sosial nasional. Hal itu disampaikan Nezar saat menerima silaturrahim dan audiensi Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) di Gedung Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).
Nezar melihat, di tengah transformasi digital yang berlangsung cepat, peran generasi muda menjadi faktor determinan dalam menjaga kesinambungan pembangunan manusia Indonesia.
Nezar Patria menegaskan bahwa perbedaan golongan yang terdapat di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi penghalang dalam merumuskan agenda kolektif bangsa.
Ia menyampaikan bahwa di tengah banyaknya perbedaan golongan di negeri ini, diperlukan titik temu dan fokus pada agenda bersama dalam menggapai kesejahteraan.
Nezar Patria menyampaikan apresiasi atas inisiatif program dan kegiatan literasi digital yang dijalankan oleh PP GMH. Ia menegaskan bahwa setiap program organisasi termasuk organisasi kepemudaan dan mahasiswa idealnya bermuara pada terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas.
“Menyiapkan SDM inilah tugas kita dalam organisasi,” ujar Nezar dalam pertemuan tersebut.
Sinergi di Tengah Keberagaman
Pada pertemuan itu Nezar juga menekankan pentingnya sinergi di tengah keberagaman. Menurutnya, keberadaan berbagai golongan dalam masyarakat Indonesia tidak boleh menjadi titik perpecahan. Sebaliknya, hal itu perlu dikelola untuk menemukan titik temu dan memperkuat orientasi nasional menuju kesejahteraan bersama.
Ia mendorong generasi muda muslim, termasuk mahasiswa Hidayatullah, untuk tampil terdepan dalam menjawab persoalan zaman serta berperan aktif membaca perkembangan sosial, teknologi, dan peradaban. Ia menegaskan bahwa umat Islam tidak lagi boleh berada di pinggir dalam perkembangan pengetahuan modern.
Nezar Patria menyampaikan pentingnya penguasaan sains sebagai bagian dari kemampuan strategis yang harus dimiliki mahasiswa muslim. Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah, dunia Barat pernah belajar dari khazanah keilmuan Islam. Namun, menurutnya, fase kejumudan berpikir kemudian menyebabkan kemunduran yang harus dijadikan pelajaran.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa tantangan masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan menguasai sains, tanpa mengabaikan prinsip akidah yang menjadi fondasi dalam kehidupan beragama.
“Ke depan sains-lah yang akan menjawab tantangan, maka harus dikuasai, tentu dengan tetap menjaga akidah, ini hal prinsip bagi kita,” tuturnya.
Program Literasi Mahasiswa Hidayatullah
Kunjungan PP GMH dipimpin langsung oleh Ketua Umum Rizki Ulfahadi. Dalam penyampaiannya, Rizki menjelaskan bahwa tantangan teknologi digital telah mengintervensi banyak aspek kehidupan manusia modern.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut kaum muda khususnya mahasiswa untuk tampil sebagai pelopor dalam menciptakan ruang digital yang produktif, cerdas, dan beretika.
Ia juga menyampaikan program dan agenda literasi digital yang telah dijalankan PP GMH sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mempromosikan dakwah digital dan mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak.
Rizki turut mengapresiasi sejumlah kebijakan Komdigi terkait pemerataan akses internet, peningkatan literasi digital, serta langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah untuk memperkuat ekosistem digital safety.
Menurutnya, upaya pemerintah tersebut selaras dengan kebutuhan generasi muda untuk memperoleh ruang digital yang aman dan inklusif.








