NASIONAL.NEWS (Sukabumi) — Institut Muslim Cendekia (IMC) Ar Raayah Sukabumi menyelenggarakan Seminar Ilmiah bertema Kepemimpinan Ma’had dalam Membangun Peradaban Islam Kontemporer yang digelar pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus IMC Ar Raayah Sukabumi ini menjadi ruang refleksi akademik sekaligus spiritual mengenai peran kepemimpinan lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan zaman.
Seminar tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IMC Ar Raayah Sukabumi. Hadir sebagai narasumber utama Direktur Pendidikan Ma’had Ar-Rohmah Bogor, Ust Marzan Safrudin, S.Pd.I, M.Pd., S.BA.C.MBA. Kehadiran narasumber dengan latar belakang kepemimpinan pendidikan ini memberikan perspektif tentang relasi antara nilai wahyu dan praksis kelembagaan.
Dalam pemaparannya, Ust Marzan Safrudin menegaskan bahwa upaya membangun peradaban Islam tidak dapat dilepaskan dari metode yang telah dicontohkan Rasulullah dan para sahabat.
“Cara umat Islam ingin membangun peradaban Islam di masa sekarang maka harus mencontoh sebagaimana Nabi Muhammad dan para sahabat dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fondasi peradaban Islam dibangun secara bertahap melalui proses pendidikan ilahiah yang tercermin dalam urutan turunnya wahyu. Menurutnya, Allah mengajarkan Islam kepada Rasul-Nya melalui tahapan yang sistematis, dimulai dari tauhid hingga pembentukan komunitas.
“Yaitu diawali dengan surat Al ‘Alaq ayat 1-5 yang mengantarkan untuk bertauhid, Surat Al Qolam ayat 1-7 berpedoman dengan Syariah dan berakhlak Qur’an,” ujarnya.
Dimensi Spiritual dan Sosial
Lebih jauh Marzan juga menekankan pentingnya dimensi spiritual dan sosial dalam kepemimpinan ma’had. Ia melanjutkan bahwa Surat Al Muzammil ayat 1-10 mengajarkan pentingnya ibadah yang intensif, sementara Surat Al Mudatsir ayat 1-7 menjadi pedoman dalam menjalankan dakwah dengan benar. Tahapan tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada pembinaan individu, tetapi harus bermuara pada kehidupan berjamaah.
Dalam konteks ini, Ust Marzan menegaskan bahwa Surat Al Fatihah ayat 1-7 mengajarkan prinsip hidup berjamaah sebagai prasyarat terwujudnya peradaban Islam. Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan ma’had harus mampu memadukan nilai tauhid, akhlak, ibadah, dakwah, dan kebersamaan dalam satu sistem pendidikan yang berkelanjutan.
Seminar ini mendapatkan respons positif dari peserta. Muslih, Ketua Jurusan Manajemen Pendidikan Islam IMC Ar Raayah Sukabumi, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Acaranya sangat menginspirasi, pematerinya berkompeten dan berpengalaman dalam hal kepemimpinan dan kita perlu mengadakan event seperti ini lagi untuk menambah wawasan keislaman,” katanya.
Dia menjelaskan, seminar ilmiah ini tidak hanya berfungsi sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang penguatan nilai dan visi kelembagaan. Melalui diskursus yang disampaikan, IMC Ar Raayah Sukabumi menegaskan perannya sebagai institusi yang berupaya merawat kesinambungan antara keilmuan, kepemimpinan, dan peradaban Islam kontemporer.








