DPD Hidayatullah Rayon Surabaya Gelar I’tikaf Murabbi

M Hidayat

Sabtu, 14 Maret 2026

Spektrum bahasan

Surabaya–Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Rayon Surabaya menggelar kegiatan I’tikaf Murabbi dan Kader pada Rabu-Jumat, 11–13 Maret 2026, di Masjid Aqshal Madinah Surabaya.

325612

Kegiatan ini diikuti perwakilan murabbi dan kader dari wilayah Rayon Surabaya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan.

Agenda tersebut menjadi sarana penguatan ruhiyah sekaligus pembekalan manhaj dakwah bagi para kader. Sejumlah pemateri hadir menyampaikan berbagai tema terkait pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah dan metode dakwah Islam.

Ustadz Thoriq, Lc dalam pemaparannya membahas tema “Aliran-aliran Ahlusunnah wal Jamaah.” Ia menjelaskan pentingnya memahami berbagai pemikiran dalam tubuh umat Islam agar para kader memiliki pijakan yang jelas dalam beragama.

Sementara itu, Ustadz Abdul Kholiq, Lc menyampaikan materi tentang “Realitas Ahlusunnah wal Jamaah Masa Kontemporer” serta menyampaikan tentang “Metodologi Talaqqi dan Istidlal Ahlusunnah wal Jamaah.” Dalam paparannya ia menekankan prinsip pengambilan ilmu dan dalil dalam Islam.

Menurutnya, terdapat beberapa prinsip utama dalam memahami ajaran Ahlusunnah wal Jamaah. Pertama, akal sehat dan fitrah yang lurus harus tunduk dan senantiasa membenarkan nash-nash Al-Qur’an dan Sunnah, bukan menentangnya. Kedua, wahyu, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, menjadi sumber utama yang bersifat absolut. Ketiga, ijma, yakni konsensus para ulama yang dibangun di atas kesepakatan yang berlandaskan dalil.

Pada sesi berikutnya, Ustadz Baihaqi, Lc menyampaikan materi tentang “Jalan Dakwah Rasulullah SAW kepada Manusia.” Ia menjelaskan bahwa dakwah Rasulullah dilakukan dengan cara, pola, dan sistem yang baik sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah An-Nahl ayat 125.

Ia juga menguraikan hakikat dakwah sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 164, yang menegaskan tiga aspek utama dakwah, yakni rabbaniyah (kesadaran bertauhid), syumuliyah (komprehensif), dan manhajiyah (berdasarkan metode yang benar).

Menurutnya, tujuan utama dakwah adalah mentauhidkan Allah tanpa menyekutukan-Nya, mengikuti Rasulullah SAW di atas tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, menggunakan manhaj Nabi dalam berdakwah, serta menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Ustadz Baihaqi juga menyampaikan bahwa terdapat tiga cara memperbaiki umat melalui dakwah, yaitu tilawah wahyu dengan menyampaikan Al-Qur’an kepada masyarakat, tazkiyah hati atau penyucian jiwa, serta mengajarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

“Bahkan ketika disebut nama Nabi Muhammad SAW, muncul gairah, kesenangan, dan kecintaan dalam hati kaum beriman. Kita berharap suatu saat dapat bertemu dengan Rasulullah SAW. Walaupun kita hidup terpaut 14 abad dari beliau, kecintaan orang-orang beriman kepada Rasulullah tidak pernah lusuh dan tidak terputus oleh waktu maupun tempat,” ungkap Ustadz Baihaqi.

Kegiatan i’tikaf ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman keislaman para murabbi dan kader Hidayatullah sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan dakwah di tengah masyarakat. *Adib Nursyahid

TERKAIT LAINNYA