NASIONAL.NEWS (Depok) — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) secara resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), website resmi organisasi www.gmh.or.id, serta logo baru GMH dalam sebuah agenda yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh semangat transformasi.
Peluncuran ini menjadi bagian dari langkah strategis organisasi dalam memperkuat fungsi advokasi hukum, memperluas jangkauan komunikasi organisasi melalui platform digital, serta meneguhkan identitas kelembagaan di tengah dinamika perkembangan zaman.
Direktur LBH PP GMH, Syarif Hidayatullah, yang juga bertindak sebagai Ketua Penyelenggara kegiatan launching, memaparkan landasan pendirian lembaga tersebut sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam bidang advokasi hukum. Ia menjelaskan bahwa LBH Gerakan Mahasiswa Hidayatullah didirikan untuk menghadirkan layanan advokasi hukum yang terstruktur dan berbasis pada kepentingan masyarakat luas.
“LBH Gerakan Mahasiswa Hidayatullah hadir sebagai pusat advokasi hukum dan pengembangan intelektual hukum yang progresif serta berpihak kepada masyarakat tertindas,” katanya.
Syarif menjelaskan bahwa visi lembaga tersebut adalah menjadi pusat advokasi hukum sekaligus pengembangan intelektual hukum yang progresif dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.
Ia juga menambahkan bahwa pendirian lembaga ini merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi dalam menghadirkan kontribusi nyata di bidang hukum.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tetapi juga mampu hadir memberikan advokasi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tukas Syarif.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Syarif menyebutkan LBH PP GMH menetapkan sejumlah misi utama, antara lain memberikan bantuan hukum secara konsisten kepada masyarakat yang membutuhkan, melakukan advokasi hukum yang berfokus pada perlindungan hak-hak masyarakat termasuk perempuan dan anak, serta menyelenggarakan edukasi dan pelatihan hukum. Selain itu, lembaga ini juga akan melakukan kajian dan analisis hukum serta membangun jaringan kerja sama dengan organisasi masyarakat sipil.
Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan logo baru LBH PP GMH yang merepresentasikan prinsip keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum.
Logo tersebut mengandung filosofi equality before the law yang menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama dalam memperoleh keadilan. “Logo ini bukan sekadar simbol visual, tetapi representasi komitmen kami dalam menegakkan nilai keadilan dan kesetaraan hukum,” katanya.
Sebagai bagian dari implementasi program kerja, LBH PP GMH menetapkan dua program prioritas, yaitu “Goes to Campus” dan “Bincang Hukum”. Kedua program tersebut dirancang untuk meningkatkan literasi hukum di kalangan mahasiswa serta memperluas kesadaran hukum di tengah masyarakat.
“Melalui program Goes to Campus dan Bincang Hukum, kami ingin menghadirkan ruang edukasi hukum yang sistematis agar mahasiswa memiliki kesadaran hukum yang kuat,” imbuh Syarif.
Perkuat Sistem Komunikasi Organisasi
Ketua Umum PP GMH, Rizki Ulfahadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran LBH, website, dan logo baru merupakan bagian dari upaya transformasi organisasi dalam merespons perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa kehadiran website GMH menjadi instrumen penting dalam memperkuat sistem komunikasi organisasi.
“Peluncuran website GMH merupakan bagian dari transformasi digital organisasi untuk menjawab tantangan zaman dan memperluas jangkauan dakwah intelektual mahasiswa,” katanya.
Rizku menegaskan, peluncuran ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam bidang advokasi hukum, pengembangan intelektual, dan transformasi digital.
Rizki juga memaparkan perkembangan organisasi selama masa kepengurusannya. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini enam pengurus daerah telah terbentuk dan dilantik secara resmi. Selain itu, sejumlah wilayah lain tengah berada dalam proses pembentukan struktur organisasi.
“Kami berkomitmen menjadikan GMH sebagai organisasi yang mampu menjadi problem solving atas berbagai kegelisahan mahasiswa dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembentukan LBH merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran mahasiswa dalam bidang advokasi hukum. “LBH GMH diharapkan menjadi ruang pengabdian mahasiswa dalam menghadirkan advokasi hukum yang profesional dan bertanggung jawab,” imbuh pria yang sedang menempuh studi sosiologi Pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) ini.
Agenda launching tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bidang Pengkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Abdul Ghaffar Hadi, yang menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian organisasi.
Ia menyatakan bahwa aktivitas GMH menunjukkan tingkat produktivitas yang tinggi dan memberikan kontribusi nyata, seraya berharap agar terus mendalami biografi dan pikiran pikiran sosok KH Abdullah Said agar gerakan GMH senantiasa setarikan nafas dengan cita cita pendiri Hidayatullah itu.
“Kami mengapresiasi produktivitas Gerakan Mahasiswa Hidayatullah. Berbagai program yang dilaksanakan menunjukkan komitmen dalam membangun kader yang berdaya dan berkontribusi bagi umat, bangsa, dan negara” katanya.
Ia mengapresiasi inisiatif tersebut yang menegaskan komitmen organisasi dalam menghadirkan kontribusi nyata melalui pendidikan hukum, advokasi masyarakat, serta penguatan kapasitas mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.








