Hidayatullah Kecam Serangan terhadap Fasilitas Sipil di Madinah, Serukan Diplomasi Perdamaian

NN Newsroom

Senin, 12 Oktober 2026

Spektrum Bahasan

JAKARTA –– Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah mengecam serangan terhadap fasilitas sipil di Madinah, Arab Saudi, dan menyerukan agar seluruh pihak mengutamakan diplomasi untuk mencegah meluasnya konflik.

Sikap tersebut disampaikan menyusul laporan serangan drone terhadap stasiun distribusi listrik yang memicu keprihatinan atas keselamatan masyarakat dan keberlangsungan pelayanan publik.

bandara riyadh

Dalam pernyataan sikap Nomor 362 Tahun 2026 tertanggal 11 Oktober 2026, Hidayatullah merujuk pemberitaan Reuters pada 2 Oktober 2026. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan serangan itu dilakukan kelompok Houthi, sementara pihak Houthi membantah tuduhan tersebut. Karena itu, Hidayatullah menekankan pentingnya penyelidikan yang kredibel dan transparan untuk memastikan fakta serta pertanggungjawaban.

DPP Hidayatullah menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur penopang kehidupan tidak dapat dibenarkan oleh kepentingan politik maupun geopolitik. Seluruh pihak yang terlibat dalam konflik diminta menahan diri, menghentikan eskalasi, menghormati hukum humaniter internasional, serta menjamin akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan di Arab Saudi maupun Yaman.

Hidayatullah juga mendorong pemerintah Indonesia memperkuat diplomasi perdamaian melalui jalur bilateral, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perlindungan warga negara Indonesia, termasuk jemaah umrah, pelajar, dan pekerja di wilayah terdampak, turut menjadi perhatian dalam seruan tersebut.

“Perlindungan masyarakat sipil di Arab Saudi maupun Yaman harus menjadi prioritas, disertai jaminan akses bantuan kemanusiaan bagi
mereka yang membutuhkan,” terangya dalam keterangannya diterima media ini, Senin (12/10/2026).

Bagi Hidayatullah, keamanan Madinah memiliki arti penting bagi umat Islam karena kota tersebut merupakan tempat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membangun fondasi peradaban Islam dan berdirinya Masjid Nabawi. Perlindungan penduduk, jemaah, tempat ibadah, serta fasilitas pelayanan masyarakat di Makkah dan Madinah dinilai perlu dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Kehormatan kedua kota suci harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan semangat perdamaian,” imbuhnya.

Waspada Residu Konflik Geopolitik

Pernyataan itu juga mengingatkan umat agar tidak mengubah konflik geopolitik menjadi permusuhan antarkelompok, antarmazhab, maupun antarbangsa. Masyarakat diminta mengedepankan tabayun dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi serta ujaran kebencian.

Mengutip QS. Al-Ma’idah ayat 8, Hidayatullah menegaskan pentingnya keadilan dalam menghadapi konflik: “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

Melalui pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum K.H. Naspi Arsyad, Lc., dan Sekretaris Jenderal Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd., Hidayatullah mengajak umat Islam mendoakan keselamatan masyarakat Madinah serta mendukung upaya diplomasi dan kemanusiaan demi perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

TERKAIT LAINNYA