Layanan Kesehatan Gratis Muslim World League Jangkau Ratusan Warga Sukabumi

NN Newsroom

Minggu, 24 Mei 2026

NASIONAL.NEWS (Sukabumi) — Muslim World League (Rabithah Al-Alam Al-Islami) menggelar program layanan kesehatan gratis bertajuk “Klinik Medis Bergerak” berskala besar di Kabupaten Sukabumi pada Ahad (24/5/2026). Program kemanusiaan internasional tersebut dipusatkan di Pondok Pesantren Mabda Islam, Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, sebagai bagian dari upaya pemerataan akses kesehatan masyarakat di wilayah pedesaan.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dua mitra utama, yakni Islamic Medical Service (IMS) dan PT Indofest Global Pratama, yang bertindak sebagai pelaksana operasional lapangan. Sementara Pondok Pesantren Mabda Islam berperan sebagai mitra strategis lokal dalam penyediaan fasilitas, dukungan infrastruktur, serta mobilisasi masyarakat di kawasan pedesaan Sukabumi.

Program Klinik Medis Bergerak merupakan layanan medis jemput bola guna menjawab persoalan keterbatasan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat desa yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang menuju pusat layanan medis perkotaan. Kehadiran tenaga medis dan perangkat kesehatan langsung ke wilayah pedesaan dinilai mampu memangkas hambatan geografis sekaligus biaya transportasi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB tersebut dibuka langsung oleh Camat Nyalindung Antono bersama unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pimpinan lembaga penyelenggara. Sebanyak 510 warga tercatat menerima layanan kesehatan gratis melalui tiga klaster utama pelayanan.

Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

Pada layanan pengobatan umum, tercatat 352 warga mendapatkan pemeriksaan medis dan pengobatan atas berbagai keluhan kesehatan. Sementara layanan pemeriksaan kesehatan gigi menjangkau 103 warga. Adapun layanan antenatal care (ANC) dan pemeriksaan ultrasonografi (USG) melayani 55 ibu hamil dari wilayah sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren Mabda Islam Ustadz Abi Sandi Nopiandi dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab sosial selain fungsi pendidikan keagamaan. Ia menilai program pelayanan kesehatan tersebut menjadi bentuk nyata penguatan kemaslahatan umat di wilayah pedesaan.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai kemanusiaan. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi pusat kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Muslim World League, IMS, dan PT Indofest Global Pratama yang telah menghadirkan layanan kesehatan langsung ke Desa Nyalindung.

“Atas nama keluarga besar pesantren dan seluruh warga, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Muslim World League, IMS, dan PT Indofest Global Pratama yang telah membawa berkah kesehatan ke kampung kami,” katanya.

Dalam konteks pengembangan kawasan pedesaan dan wilayah penyangga perkotaan, program seperti Klinik Medis Bergerak dinilai memiliki hubungan erat dengan penguatan kualitas pendidikan dan dakwah umat.

Akses kesehatan yang memadai dipandang menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang produktif, stabil, dan siap menerima proses pembinaan pendidikan keislaman secara berkelanjutan.

Camat Nyalindung dalam sambutannya turut menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

“Kehadiran layanan kesehatan gratis ini sangat membantu warga kami, terutama bagi ibu hamil yang kini bisa mendapatkan akses USG tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mempercepat pemerataan layanan dasar masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses medis.

Dampak program tersebut dirasakan langsung warga penerima manfaat. Maryam, salah seorang ibu hamil peserta layanan ANC dan USG, mengaku terbantu dengan pelayanan yang diberikan secara gratis.

“Biasanya kalau mau USG harus ke kota dan biayanya lumayan besar bagi kami. Hari ini pemeriksaannya sangat detail dan dokternya ramah,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Ahmad, warga lansia yang mengikuti pemeriksaan kesehatan umum.

“Pelayanannya cepat dan kami langsung dapat obat. Sangat terbantu sekali karena semua dilakukan tanpa biaya,” katanya.

Keberhasilan pelaksanaan Klinik Medis Bergerak di Sukabumi disebut akan menjadi model pengembangan layanan serupa di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Kolaborasi antara Muslim World League, IMS, PT Indofest Global Pratama, dan Pondok Pesantren Mabda Islam diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam pelayanan sosial umat.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version