Malaysia Tegaskan Sikap Soal Israel Tidak Mengubah Kemitraan dengan Amerika Serikat

NN Newsroom

Jumat, 24 Juli 2026

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Dok. Anwar Ibrahim/ x.com/anwaribrahim)

KUALA LUMPUR, NASIONAL.NEWS — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa keberatan yang disampaikan sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat tidak seharusnya memengaruhi hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, Malaysia tetap membuka diri bagi warga negara Amerika Serikat serta menyambut investasi, kerja sama perdagangan, dan hubungan ekonomi yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar sebagai respons atas surat delapan anggota Kongres AS kepada Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang meminta Washington meninjau kembali hubungan keamanan dan ekonomi dengan Kuala Lumpur. Desakan itu muncul setelah Anwar kembali menegaskan kebijakan Malaysia yang melarang warga negara Israel memasuki wilayahnya.

Menanggapi kritik tersebut, Anwar menyatakan bahwa kebijakan itu bukanlah langkah baru, melainkan sikap yang telah diterapkan Malaysia selama puluhan tahun. Ia juga menolak anggapan bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

“Saya ingin menanggapi para anggota parlemen AS, setidaknya sebagian dari mereka, yang secara tegas menyatakan Malaysia melanggar hukum internasional dan tidak menghormati hak negara lain,” ujar Anwar, seperti dilansir The Star, Jumat (24/7/2026).

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut ditujukan kepada warga negara Israel, bukan kepada komunitas Yahudi secara umum. Menurutnya, posisi Malaysia didasarkan pada sikap konsisten terhadap konflik Palestina dan penolakan terhadap tindakan yang dinilai sebagai penindasan serta kekerasan yang terus berlangsung di Gaza dan Palestina.

Anwar juga menilai sebagian anggota Kongres AS tidak memahami latar belakang kebijakan Malaysia yang telah diberlakukan sejak lama. Ia mengatakan sejumlah negara lain juga menerapkan pembatasan serupa, sehingga tudingan terhadap Malaysia dinilai tidak berdasar.

“Ternyata mereka sama sekali tidak mengikuti perkembangan terkini, di mana banyak negara melarang hal tersebut dan Malaysia sendiri telah menerapkan larangan itu selama beberapa dekade,” katanya.

Jaga Hubungan Konstruktif dengan AS

Di sisi lain, Anwar memastikan Malaysia tetap berkomitmen menjaga hubungan konstruktif dengan Amerika Serikat.

Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan mengenai isu tertentu tidak akan menghalangi kerja sama di bidang perdagangan, investasi, maupun hubungan antarmasyarakat.

“Kami menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat sama seperti kami melakukannya dengan negara-negara lainnya, namun mustahil bagi kami untuk bersikap begitu penakut hingga tidak berani mengecam tindakan berlebihan seperti pembunuhan terhadap orang-orang tidak bersalah, termasuk mereka yang berada di Palestina dan Gaza,” tegasnya.

Anwar kembali menekankan bahwa Malaysia akan mempertahankan kebijakan yang melarang warga negara Israel memasuki negaranya.

Baginya, sikap tersebut merupakan bagian dari prinsip kemanusiaan yang terus dijunjung pemerintah Malaysia sekaligus bentuk dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, tanpa mengurangi komitmen untuk membangun hubungan diplomatik dan ekonomi yang baik dengan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version