Pengalaman PNM IM Akan Perkuat Akses Investasi Nasional dalam Perusahaan Hasil Konsolidasi

NN Newsroom

Sabtu, 25 Juli 2026

image-news-hd - data-ekonomi

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Direktur Utama PT PNM Investment Management (PNM IM) Ade Santoso Djajanegara menegaskan bahwa pengalaman perusahaan dalam mengembangkan investasi inklusif akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam perusahaan hasil konsolidasi yang dibentuk Danantara Indonesia.

Dengan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) mencapai Rp10,31 triliun per Juni 2026, PNM IM diharapkan turut memperluas akses layanan investasi kepada masyarakat dari berbagai lapisan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ade Santoso setelah Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (DAM) menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Pembelian Saham atas PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management. Penandatanganan tersebut menandai pengalihan pengendalian empat perusahaan manajer investasi BUMN kepada DAM.

Secara kolektif, keempat perusahaan tersebut mengelola dana lebih dari Rp170 triliun hingga Juni 2026. Danantara menilai langkah ini bukan sekadar penggabungan kepemilikan saham, melainkan bagian dari strategi membangun institusi manajemen investasi nasional dengan skala yang lebih besar dan daya saing yang lebih kuat.

Ade Santoso menilai pengalaman PNM IM dalam menjangkau segmen investasi yang inklusif akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan hasil konsolidasi. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses produk investasi.

“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang tidak hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” ujar Ade dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Perusahaan Manajemen Aset Terbesar

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan bahwa dalam waktu sekitar satu bulan, empat perusahaan tersebut akan digabungkan menjadi satu entitas yang diproyeksikan sebagai perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Konsolidasi ini merupakan bagian dari upaya penyederhanaan struktur sekaligus penguatan tata kelola industri manajemen investasi nasional.

Melalui model bisnis yang terintegrasi, perusahaan hasil merger diharapkan mampu menghadirkan pilihan investasi yang semakin kompetitif bagi investor ritel maupun institusi.

Di segmen ritel, pengembangan produk investasi tematik akan diperluas melalui jaringan bank-bank Himbara seiring meningkatnya jumlah investor nasional yang telah melampaui 20 juta Single Investor Identification (SID).

Sinergi pengalaman, jaringan distribusi, dan kapasitas pengelolaan investasi dari empat manajer investasi BUMN tersebut diharapkan memperkuat posisi industri manajemen investasi Indonesia.

Selain meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan investasi, terang Dony Oskaria menambahkan, konsolidasi ini juga diarahkan untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

TERKAIT LAINNYA