WONOSOBO, NASIONAL.NEWS — Tim dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) bersama masyarakat Dusun Panto bersinergi membangun ruang publik yang lebih informatif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pengenalan Fungsi Informasional pada Bahasa di Ruang Publik.
Kegiatan yang digelar di salah satu TPQ di Dusun Panto, Desa Bendungan, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (24/7/2026), menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat melalui penggunaan bahasa yang tepat dan mudah dipahami.
Program tersebut dipimpin Ahmad Khoiril Anam, M.Pd., bersama Fauzi Rahman, S.Pd., M.Pd., Puri Kurniasih, M.Hum., serta mahasiswa Lalu Muhammad Sofwan. Kegiatan juga mendapat dukungan Hilda Hilaliyah, M.Pd., Ahmad Muzaki, M.Pd., dan Sulis Setiawati, M.Pd. Lebih dari 60 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas perangkat lingkungan, tokoh masyarakat, pemuda, warga Dusun Panto, hingga anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).
Tim pelaksana menilai masih banyak media informasi di ruang publik yang belum sepenuhnya memenuhi prinsip kejelasan, ketepatan bahasa, dan kemudahan dipahami masyarakat. Padahal, papan pengumuman, papan petunjuk, spanduk, poster, hingga informasi layanan masyarakat memiliki fungsi penting sebagai sarana komunikasi yang cepat, efektif, dan edukatif.
Ketua tim pelaksana, Ahmad Khoiril Anam, menegaskan bahwa peningkatan kualitas bahasa di ruang publik menjadi bagian penting dalam membangun budaya komunikasi yang baik di tengah masyarakat.
“Bahasa pada ruang publik perlu disusun secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa yang tepat akan membantu masyarakat memperoleh informasi serta mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman,” ujarnya.
Materi disampaikan melalui pemaparan konsep, diskusi interaktif, pengenalan contoh media informasi, pelatihan penyusunan kalimat informatif, hingga praktik merancang media komunikasi publik.
Anak-anak TPQ turut dilibatkan melalui pendekatan yang disesuaikan dengan usia mereka, seperti permainan edukatif, pengamatan contoh papan informasi, serta latihan memilih kalimat yang efektif dan santun untuk poster maupun papan imbauan.
Apresiasi Warga
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RT sekaligus perwakilan mitra, Suyanto, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan manfaat langsung bagi warga.
Suyanto mengatakan kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi warga dan anak-anak. Mereka mengaku juga menjadi lebih memahami cara membuat pengumuman dan informasi yang teratur, jelas, serta mudah dipahami.
“Kami berharap materi dan media yang diberikan dapat terus digunakan di lingkungan dusun dan TPQ,” tuturnya.
Melalui penyerahan media edukasi dan penyusunan rencana tindak lanjut, program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat menerapkan penggunaan bahasa Indonesia yang jelas, efektif, santun, dan sesuai kaidah dalam berbagai media informasi.
Bagi Universitas Indraprasta PGRI, kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi dengan menghadirkan ilmu bahasa, komunikasi, dan desain sebagai solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, sehingga ruang publik di Dusun Panto semakin komunikatif, edukatif, dan ramah bagi seluruh warga.








