Strategi Dakwah Kesehatan Jadi Fokus Konsolidasi Nasional Aisyiyah

NN Newsroom

Minggu, 31 Agustus 2025

Foto: Dok. PP Aisyiah

NASIONAL.NEWS — Kegiatan konsolidasi nasional Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah resmi dimulai dengan penegasan pentingnya strategi dakwah kesehatan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Siti Noordjannah, menegaskan urgensi acara ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sangat strategis dan penting karena kita ingin melakukan koordinasi dan penguatan dengan seluruh pimpinan dari wilayah dan daerah.

“Dakwah kesehatan ini dakwah yang sangat strategis baik bagi Aisyiyah maupun Muhammadiyah untuk kita bisa berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam pembukaan acara di Universitas Muhammadiyah Bandung, Sabtu–Ahad (30–31/08/2025).

Acara yang diberi tajuk Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan ini merupakan yang pertama kali digelar secara resmi oleh PP Aisyiyah.

Mengusung tema “Penguatan Kepemimpinan Majelis Kesehatan untuk Percepatan Aksi Dakwah Aisyiyah”, kegiatan berlangsung secara hybrid dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.

Jawa Barat Lokasi Awal Konsolidasi Nasional

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Warsiti, menjelaskan bahwa Jawa Barat dipilih sebagai lokasi awal sebelum konsolidasi serupa dilaksanakan di delapan regional lainnya.

“Ini adalah konsolidasi yang pertama yang kami gelar di Jawa Barat. Jadi Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah itu konsolidasi nasional yang dilaksanakan secara regional,” ujarnya dalam keterangan dikutip dari TvMu Bandung.

Peserta tidak hanya berasal dari Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jawa Barat dan Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah se-Jawa Barat, tetapi juga melibatkan PWA dari Lampung, Banten, dan Jakarta.

“Jadi kita akan ada 9 regionalisasi. Ini yang pertama sebagai piloting. Pada sesi ini ada 4 wilayah yang tergabung. Bedanya, untuk kegiatan ini kita juga melibatkan pimpinan daerah. Selama ini kita melibatkan wilayah, tapi sekarang kita melibatkan daerah di semua lingkup regional tersebut,” kata Warsiti.

Lebih lanjut, Warsiti memaparkan bahwa konsolidasi akan berlanjut di beberapa titik.

“Selain di Jawa Barat, pada 20–21 September kita akan ke Riau dan Jawa Tengah, jadi nanti kita akan paralel dua tempat sampai akhir Oktober kita akan sampai ke Makassar dan Palembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pola konsolidasi regional akan lebih efektif karena bisa langsung diterapkan oleh Pimpinan Daerah.

“Kegiatan yang kita lakukan secara regional ini akan lebih fokus dan terarah dalam melakukan refleksi terhadap berbagai program kegiatan majelis kesehatan untuk kemudian kita akan merumuskan strategi ke depan untuk percepatan dakwah Aisyiyah,” katanya.

Harapannya, lanjut Warsiti, pimpinan daerah yang memang menjadi pelaksana program dapat mengimplementasikan dengan baik.

Dakwah Kesehatan Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PP Aisyiyah, Siti Noordjannah, menekankan bahwa dakwah kesehatan merupakan warisan sejak awal berdirinya Muhammadiyah.

“Dakwah kesehatan ini adalah dakwah yang hadir dengan inisiasi Kiai Dahlan dan Kiai Suja sehingga kehadiran Muhammadiyah Aisyiyah untuk terus menguatkan kesejahteraan masyarakat itu sudah sejak Indonesia merdeka,” tuturnya.

Ia menegaskan, inisiatif ini harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

“Kita harus melakukan inisiatif-inisiatif bagaimana cara memajukan program-program yang sinergi dengan kepentingan dakwah kesehatan,” pungkas Noordjannah.

Dengan konsolidasi nasional ini, Aisyiyah berharap dapat mempercepat strategi dakwah kesehatan di tingkat wilayah hingga daerah, sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia.

TERKAIT LAINNYA