Tim Ekspedisi Patriot Dorong Nilai Tambah Hasil Laut melalui Produksi Tepung Ikan di Taopa

NN Newsroom

Rabu, 21 Oktober 2026

Spektrum Bahasan

NASIONAL.NEWS (Parigi Moutong) — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Parigi Moutong menggelar diskusi kelompok terarah (FGD) dan pelatihan pembuatan tepung ikan di Dusun I Pantai Moian, Desa Palapi, Kecamatan Taopa, Ahad (18/10/2026). Kegiatan yang menggandeng penyuluh perikanan, Eka Arlianti, S.Pi., ini bertujuan mendorong pemanfaatan ikan berukuran kecil atau tidak layak jual agar memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang sia-sia.

ekspedisi patriot

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Desa Palapi, Rasyid, bersama Kepala Dusun I, Supriyanto. Keduanya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Ekspedisi Patriot di wilayah pesisir dan berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan serta dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat nelayan. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan alternatif pengolahan hasil laut yang dapat dikembangkan sesuai potensi lokal.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Parigi Moutong, Dr. Emy Koestanti Sabdoningrum, drh., M.Kes., menjelaskan bahwa tepung ikan memiliki dua fungsi strategis. Produk ini dapat digunakan sebagai bahan baku pakan unggas berprotein tinggi sekaligus berpotensi diolah menjadi produk pangan manusia, seperti kerupuk ikan, nugget, bakso, dan keripik ikan.

Dengan pengolahan yang tepat, Emy Koestanti mengatakan, hasil tangkapan yang sebelumnya kurang bernilai dapat dikembangkan menjadi bahan baku berbagai produk.

Dalam pemaparannya, Eka Arlianti menjelaskan bahwa ikan kecil atau ikan yang tidak memenuhi permintaan pasar dapat diolah menjadi tepung ikan sebagai alternatif peningkatan nilai tambah hasil perikanan.

Sementara itu, Sangidil Kudri dari Tim Ekspedisi Patriot menerangkan tahapan teknis pengolahannya, terutama pentingnya memastikan ikan benar-benar kering sebelum digiling dan disimpan.

“Kunci utama tepung ikan adalah kering sempurna. Jemur sampai benar-benar kering. Kalau ikan besar, potong kecil dulu baru digiling. Simpan di tempat kering dan diberi alas, jangan langsung di lantai,” jelas Sangidil. Dia menekankan pentingnya proses pengeringan dan penyimpanan untuk menjaga kualitas produk serta mengurangi risiko kerusakan selama penyimpanan.

Antusiasme Warga dan Sustainable Development Goals

ekspedisi patriot2

Antusiasme warga terlihat dari pertanyaan mengenai kemungkinan bantuan mesin pengering dan teknik pencucian ikan sebelum dijemur. Menanggapi hal itu, Tim Ekspedisi Patriot memastikan akan ada bantuan mesin penggiling dan lirang penjemur.

Tim juga menjelaskan bahwa ikan laut dapat langsung dijemur di bawah sinar matahari tanpa harus dicuci menggunakan air tawar. Informasi teknis ini diharapkan membantu masyarakat memahami proses pengolahan yang sesuai dengan karakteristik bahan baku dan kondisi setempat.

Inisiatif tersebut mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemanfaatan ikan yang sebelumnya tidak bernilai jual berpotensi mendukung SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan melalui penciptaan nilai tambah ekonomi.

Pengolahan yang mengurangi bahan terbuang sejalan dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan pemanfaatan sumber daya laut secara lebih optimal berkaitan dengan SDG 14 tentang Ekosistem Lautan. Dampak ekonomi dari kegiatan ini tetap bergantung pada keberlanjutan produksi, kualitas produk, dan akses pasar.

ekspedisi patriot3

Pelaksanaan observasi dan pemetaan potensi daerah ini didukung oleh LPMB Universitas Airlangga dan Kementerian Transmigrasi sebagai fasilitator utama Program Ekspedisi Patriot.

Tim juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Taopa, Dinas Perikanan Kabupaten Parigi Moutong, serta masyarakat nelayan di kawasan Pantai Moian atas sambutan dan informasi yang diberikan.

Melalui kolaborasi tersebut, pengolahan tepung ikan diharapkan menjadi salah satu alternatif pemanfaatan hasil laut yang dapat dikembangkan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi pemborosan sumber daya perikanan.

YOSEP HENDRIYASA

TERKAIT LAINNYA