Rakerwil Mushida Kalimantan Barat Teguhkan Peran Muslimah dalam Dakwah dan Transformasi Organisasi

Arsyis Musyahadah l

Senin, 18 Mei 2026

Spektrum bahasan

Ketapang, Kalimantan Barat — Muslimat Hidayatullah Kalimantan Barat menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 15–16 Mei 2026 bertepatan dengan 27–28 Dzulqa’dah 1447 H di Pondok Pesantren Hidayatullah Ketapang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun arah gerak perjuangan, serta memperteguh peran muslimah di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” Rakerwil dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader Muslimat Hidayatullah Kalimantan Barat.

Mewakili Ketua Umum PP Mushida, Ketua Departemen PPO dan SDI PP Mushida, Asri Wulantini, S.Pd., dalam arahannya menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi tidak hanya menyangkut identitas kelembagaan, tetapi juga penguatan tradisi tarbiyah dan kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan Rasulullah SAW.

Ia menegaskan pentingnya transformasi organisasi di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang berlangsung sangat cepat.

“Transformasi bukan sekadar restrukturisasi organisasi, tetapi juga reorientasi strategi tarbiyah dan dakwah agar tetap relevan dengan kebutuhan umat,” jelasnya.

Menurutnya, Muslimat Hidayatullah memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Karena itu, transformasi organisasi harus memberikan ruang bagi muslimah untuk tampil sebagai aktor mandiri tanpa kehilangan kultur dan jati diri organisasi.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, H. Muhyidin Nur Robbani, S.Sos.I., menyampaikan bahwa tema Rakerwil kali ini sangat relevan dan strategis dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

“Hari ini kita menghadapi perubahan sosial yang begitu cepat. Perkembangan teknologi informasi, perubahan pola hidup masyarakat, tantangan moral generasi muda, hingga derasnya arus budaya global menjadi tantangan besar bagi umat Islam,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kondisi tersebut, peran Muslimat Hidayatullah menjadi sangat penting. Muslimat tidak hanya menjadi pelengkap dalam gerakan dakwah, tetapi harus menjadi bagian utama dalam membangun peradaban Islam melalui keluarga, pendidikan, pembinaan masyarakat, dan penguatan moral umat.

Sebagaimana yang dikatakan dalam firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 71:

“Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.” (QS. At-Taubah: 71)

Ayat tersebut menegaskan bahwa perempuan mukminah memiliki posisi mulia dalam perjuangan Islam.

“Muslimah bukan hanya pendamping, tetapi juga pelaku perubahan dan penjaga peradaban,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga menekankan pentingnya membangun Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh.

“Kemandirian adalah salah satu kekuatan penting organisasi. Muslimat Hidayatullah harus memiliki kemampuan untuk bergerak, berkembang, dan memberikan manfaat secara luas,” katanya.

Kemandirian yang dimaksud mencakup kemandirian dalam berpikir, menyusun program, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan ekonomi umat.

Ia berharap Muslimat Hidayatullah tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan program-program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di akhir sambutannya, H. Muhyidin Nur Robbani menyampaikan apresiasi atas perjuangan para muslimah yang tetap aktif dalam dakwah dan organisasi di tengah tanggung jawab rumah tangga dan keluarga.

“Kami memahami bahwa perjuangan para muslimah tidaklah ringan. Banyak di antara ibu-ibu yang harus membagi waktu antara mengurus rumah tangga, mendidik anak, mendampingi suami, dan tetap aktif dalam dakwah serta organisasi,” ungkapnya.

Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Kalimantan Barat diharapkan semakin solid, adaptif, dan mampu melahirkan program-program strategis yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat luas.

TERKAIT LAINNYA