TEHERAN, NASIONAL.NEWS — Seorang pejabat Iran menyatakan negaranya telah menyiapkan program serangan balasan untuk merespons kemungkinan tindakan militer Amerika Serikat, menyusul laporan media yang menyebut adanya rencana operasi bersama AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua pihak dalam beberapa pekan terakhir.
Mengutip kantor berita Mehr News, pejabat Iran yang identitasnya tidak dipublikasikan menyebut laporan mengenai dugaan rencana serangan besar-besaran terhadap fasilitas strategis Iran sebagai tindakan yang dinilainya tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan bahwa Teheran telah menyiapkan langkah antisipatif apabila skenario tersebut benar-benar terjadi.
“Kami telah menyiapkan program ekstensif untuk menanggapi kemungkinan tindakan Amerika, yang mencakup infrastruktur penting rezim Zionis dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan. Kami siap menghadapinya,” ujar pejabat tersebut.
Menurutnya, kemampuan militer Iran untuk melaksanakan operasi balasan telah ditunjukkan dalam rangkaian konfrontasi yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir. Ia mengklaim angkatan bersenjata Iran memiliki kesiapan operasional untuk merespons apabila eskalasi konflik kembali meningkat.
Pernyataan itu muncul setelah beredarnya laporan sejumlah media mengenai dugaan persiapan operasi militer baru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan sasaran infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas minyak dan pembangkit listrik. Hingga saat itu, belum terdapat konfirmasi resmi dari pemerintah AS maupun Israel mengenai pelaksanaan operasi sebagaimana diberitakan.
Ketegangan Terus Meningkat
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring saling serang yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Dalam perkembangan sebelumnya, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan, sementara operasi militer Amerika juga menyasar wilayah Iran.
Di sisi lain, Iran menyatakan telah menutup Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran dan menegaskan kebijakan tersebut akan tetap diberlakukan selama campur tangan militer Amerika Serikat masih berlangsung. Jalur pelayaran tersebut dikenal sebagai salah satu rute energi paling strategis di dunia.
Rangkaian pernyataan dan perkembangan terbaru ini memperlihatkan bahwa dinamika keamanan di Timur Tengah masih berada dalam situasi yang sangat sensitif.
Berbagai klaim dari masing-masing pihak terus bermunculan, sementara komunitas internasional mencermati perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan keamanan jalur distribusi energi global.








