Cetak Rescuer Militan, SRU STAI Luqman Al Hakim Surabaya Resmi Dilantik.

M Hidayat

Selasa, 10 Februari 2026

Pelantikan SRU STAI Luqman Al Hakim Surabaya

SURABAYA – Semangat kemanusiaan dan pengabdian membuncah di Gedung Darul Arqom, Keputih, Surabaya pada Selasa (10/02/2026). Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al Hakim (STAIL) secara resmi melantik satuan unit khusus mahasiswa, Search and Rescue Unit (SRU). Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam mencetak kader yang siap terjun ke medan juang kemanusiaan.

Hadir dalam acara tersebut jajaran tokoh penting, di antaranya Ust. Alim Puspianto dan Ust. Tri Hari S, Umar Shalahudin S.Pd.I dari Pengurus SAR Hidayatullah Jawa Timur, serta pengelola STAIL, Ust. Wahid dan Ust. Dien Haq.

Bukan Sekadar Relawan, Tapi Kader Militan

Narasumber utama, Umar S, S.Pd.I dari SAR Hidayatullah Jawa Timur, menegaskan bahwa pembentukan SRU merupakan amanat langsung dari MoU antara Dikti dan PP SAR Hidayatullah. Ia menekankan bahwa SRU adalah kawah candradimuka bagi lahirnya rescuer yang militan.

“Seorang rescuer SAR Hidayatullah harus memegang teguh prinsip 4T: Taqwa, Tanggap, Tangguh, dan Trengginas. Jadikan wadah ini untuk mengasah life skill yang tidak kalian temukan di ruang kuliah. Tapi ingat, jangan jadikan SRU alasan meninggalkan studi. Tugas utama kalian tetap belajar,” tegas Umar di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Mashud, Wakil Ketua III STAIL, memaparkan nilai historis kehadiran SAR di lingkungan kampus. Ia berharap mahasiswa mampu melakukan upgrade skill secara masif melalui wadah ini.

Apresiasi dan Harapan

Ketua Panitia, Alim Puspianto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh SAR Hidayatullah Jawa Timur kepada para mahasiswa STAIL.

“Ini adalah amanah besar. Kami berterima kasih karena mahasiswa kami dipercaya menjadi bagian integral dari keluarga besar SAR Hidayatullah Jawa Timur,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Gema “Mengkader atau Mati”

Suasana pelantikan semakin bergetar saat para peserta menyuarakan kesan mereka. Satu jargon yang sangat membekas dan menjadi ruh dalam pelantikan kali ini adalah: “Mengkader atau Mati!”. Slogan ini mencerminkan tekad baja para mahasiswa untuk terus melanjutkan estafet perjuangan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Dengan terbentuknya SRU STAIL, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangkas dalam aksi-aksi penyelamatan dan tanggap darurat di masa depan.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version