Geber Masjid Nasional Ajak Masyarakat Wujudkan Rumah Ibadah yang Bersih dan Nyaman

NN Newsroom

Jumat, 7 Agustus 2026

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad (Foto: Dok. Kemenag)

Spektrum bahasan

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional (Geber Masjid) menjadi momentum mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial.

Gerakan yang akan digelar serentak pada 10 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan pembukaan dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta.

Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, antusiasme masyarakat langsung terlihat. Sebanyak 611 masjid telah terdaftar mengikuti program ini, dengan Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 297 masjid. Pendataan masih terus berlangsung hingga pelaksanaan kegiatan, dan peserta yang mendaftar akan memperoleh sertifikat dari Kementerian Agama.

Saat membuka Sosialisasi Geber Masjid secara daring di Jakarta, Selasa (4/8/2026), yang diikuti lebih dari 1.000 peserta, Abu Rokhmad menegaskan, Geber Masjid merupakan implementasi Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 4 Tahun 2026 sekaligus mendukung Program Kemenag ASRI sebagaimana arahan Menteri Agama Bapak Nasaruddin Umar.

Adapun pelaksanaannya melibatkan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama, penyuluh agama, pengurus masjid, hingga masyarakat luas agar kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah tumbuh sebagai budaya bersama.

“Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat,” katanya.

Menjadi Gerakan Budaya Bersama

Lebih jauh Abu Rokhmad mengatakan pihaknya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama dalam merawat masjid.

“Masjid yang bersih dan nyaman akan membuat jamaah semakin khusyuk beribadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” lanjut Abu Rokhmad.

Melalui gerakan ini, Kementerian Agama menargetkan meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masjid, terciptanya ruang ibadah yang aman, sehat, dan nyaman, berkurangnya penggunaan plastik sekali pakai, serta semakin kuatnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam merawat rumah ibadah.

Rangkaian kegiatan mencakup aksi bersih-bersih, pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan air dan listrik, serta pendampingan pelaksanaan di daerah sebagai langkah membangun pengelolaan masjid yang berkelanjutan.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version