Ungguli Pesaing dari Berbagai Daerah, Murid SMA Ar-Rohmah Bogor IIBS Lolos Seleksi Aerospace Talent School

NN Newsroom

Senin, 21 September 2026

Spektrum Bahasan

quinsha adinda musthafa cambridge saintek

SERPONG (Nasional.news) — Murid Ar Rohmah Bogor International Islamic Boarding School (IIBS) Putri kelas XI Cambridge (Saintek), Quinsha Adinda Musthafa, terpilih sebagai satu dari 30 peserta Aerospace Talent School: Aerospace Science and Technology yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Seleksi tersebut mempertemukan 30 peserta terpilih dari sekitar 400 pendaftar, sehingga program ini menjadi ruang pengembangan kompetensi yang relatif terbatas bagi pelajar SMA yang memiliki minat pada sains dan teknologi kedirgantaraan.

Aerospace Talent School berlangsung pada Senin–Rabu, 21–23 September 2026, di Ruang Kelas 3003, Gedung 124, Lantai 3, BRIN, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan.

Program tersebut merupakan bagian dari Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair), yang dikelola Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN sebagai bagian dari pembinaan talenta muda.

Pemilihan Quinsha menempatkan pengalaman belajar murid Ar Rohmah Bogor IIBS Putri pada lingkungan akademik yang bersentuhan langsung dengan ekosistem riset nasional. Statusnya sebagai siswa kelas XI Cambridge (Saintek) menjadi relevan dengan karakter program yang menekankan penguasaan konsep sekaligus pengalaman praktis dalam bidang penerbangan dan antariksa.

Selama mengikuti Aerospace Talent School, peserta diperkenalkan pada sejumlah bidang teknologi kedirgantaraan, mulai dari mekanisme kerja satelit, teknologi drone, hingga roket antariksa. Pendekatan pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teoritis.

Dukung Kompetensi di Bidang Penerbangan

Dalam kegiatan ini, peserta juga memperoleh kesempatan melakukan praktik dan berdiskusi langsung dengan para periset BRIN yang memiliki kompetensi di bidang penerbangan dan antariksa.

Bagi peserta, format tersebut memberikan pengalaman belajar yang kian menunjang pembelajaran sekolah karena konsep sains ditempatkan dalam konteks teknologi dan riset.

Interaksi dengan peneliti juga membuka ruang bagi pelajar untuk memahami bagaimana pengetahuan ilmiah dikembangkan menjadi teknologi yang dapat diterapkan.

Interaksi dengan peneliti juga membuka ruang bagi pelajar untuk memahami bagaimana pengetahuan ilmiah dikembangkan menjadi teknologi yang dapat diterapkan.

Melalui program BRIN tersebut, kompetensi akademik memperoleh konteks praktis, sementara minat terhadap sains, teknologi, penerbangan, antariksa, dan astronomi mendapat ruang untuk berkembang lebih terarah.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version