Gen Z ini Rela Bayar Tiket Bioskop Demi Tidur Siang di Tengah Tekanan Kerja

NN Newsroom

Sabtu, 1 Agustus 2026

Ilustrasi anak muda stress di kantor (Foto: Dok. Pixabay)

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Ben Sanderson menjadi perhatian publik setelah mengaku mengeluarkan uang sebesar 15 dolar AS untuk membeli tiket bioskop premium bukan demi menonton film, melainkan tidur siang di atas sofa bed bioskop.

Pengalaman yang kemudian viral di media sosial itu dinilai merefleksikan meningkatnya tekanan kerja yang dialami pekerja muda, khususnya kalangan Gen Z dan zillennial.

Sanderson menceritakan bahwa bioskop menjadi tempat ideal baginya untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan, terutama karena lokasi tempat tinggalnya yang jauh dari kantor membuatnya tidak memungkinkan pulang saat jam istirahat.

“Saya mengalami salah satu tidur siang terbaik dalam hidup saya,” ujar Sanderson, seperti dikutip Fortune, Jumat (31/7/2026).

Pengalaman tersebut diunggah melalui TikTok dan telah disaksikan lebih dari satu juta kali. Respons warganet pun beragam.

Banyak pengguna media sosial membagikan lokasi favorit mereka untuk beristirahat sejenak dari tekanan pekerjaan, bahkan ada yang menyusun daftar tempat di New York yang dianggap nyaman untuk menyendiri atau meluapkan emosi selama jam istirahat kerja.

Tekanan Lingkungan Kerja

Fenomena tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan di lingkungan kerja. Sejumlah survei menunjukkan pekerja muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari beban pekerjaan, budaya kerja yang dinilai tidak sehat, hingga meningkatnya ketidakpastian akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Survei di Inggris pada 2025 mencatat sekitar 40 persen pekerja Gen Z yang baru memasuki dunia kerja pernah mempertimbangkan mengundurkan diri pada tahun pertama.

Di Amerika Serikat, laporan Fortune menyebut jutaan konflik terjadi setiap hari di lingkungan kerja, sementara survei Resume Now menemukan 61 persen karyawan mengaku pernah disalahkan atas kesalahan yang dilakukan orang lain.

Laporan Fortune juga mengungkap 29 persen responden mengaku pernah menghambat implementasi strategi AI di perusahaan tempat mereka bekerja. Persentase tersebut meningkat menjadi 44 persen pada kelompok pekerja Gen Z, sedangkan 76 persen eksekutif tingkat C-suite menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius bagi masa depan organisasi.

Berkembang Semakin Serius

Di tengah kondisi tersebut, dokter di Harley of London, dr. Yogesh Nain, mengingatkan bahwa burnout kini berkembang menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi dapat memengaruhi kesehatan mental, produktivitas, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, depresi, gangguan kecemasan, dan penyakit kardiovaskular.

Karena itu, ia menganjurkan pekerja menerapkan pola istirahat yang teratur, membatasi paparan perangkat digital di luar jam kerja, berolahraga secara rutin, serta menjaga kualitas tidur.

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk membantu mengurangi tekanan psikologis sekaligus menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version