Jakarta — Pendiri sekaligus Chairman Oracle, Larry Ellison, bersiap melakukan transaksi jumbo. Miliarder teknologi tersebut membuka peluang untuk menjual hingga 50 juta saham Oracle dalam beberapa pekan ke depan.
Berdasarkan harga penutupan saham Oracle sekitar US$150 per saham pada Jumat, nilai maksimal saham yang dapat dilepas Ellison mencapai sekitar US$7,5 miliar atau lebih dari Rp120 triliun jika dikonversikan secara kasar ke rupiah.
Rencana tersebut terungkap melalui dokumen regulasi perusahaan. Ellison mengadopsi rencana perdagangan saham pada 22 Juni 2026 yang memungkinkan dirinya menjual hingga 50 juta saham Oracle hingga 24 Oktober 2026.

Bukan Penjualan Saham Biasa
Yang membuat kabar tersebut menarik perhatian pasar adalah rekam jejak Ellison.
Pendiri Oracle itu selama ini dikenal mempertahankan kepemilikan sahamnya dalam jumlah sangat besar. Menurut laporan Financial Times, Ellison masih menjadi pemegang saham individu terbesar Oracle dengan kepemilikan sekitar 40% perusahaan.
Bahkan apabila seluruh 50 juta saham dalam rencana tersebut akhirnya terjual, Ellison diperkirakan masih akan menguasai sekitar 1,1 miliar saham Oracle.
Dengan demikian, transaksi tersebut tidak serta-merta mengubah posisinya sebagai pemegang saham dominan perusahaan teknologi yang didirikannya pada 1977.
Mengapa Larry Ellison Jual Saham Oracle?
Belum ada penjelasan bahwa seluruh 50 juta saham tersebut pasti akan dijual. Dokumen perusahaan pada dasarnya memberikan ruang bagi Ellison untuk menjual hingga jumlah maksimal tersebut.
Rencana transaksi menggunakan skema Rule 10b5-1, mekanisme yang memungkinkan orang dalam perusahaan menyusun rencana transaksi saham terlebih dahulu berdasarkan parameter yang telah ditentukan.
Artinya, pengumuman tersebut sebaiknya tidak langsung ditafsirkan sebagai sinyal bahwa Ellison kehilangan kepercayaan terhadap Oracle.
Meski demikian, besarnya potensi transaksi membuat langkah tersebut mendapat perhatian khusus investor.
Datang Saat Oracle Jor-joran Bangun Infrastruktur AI
Rencana Ellison muncul pada periode penting bagi Oracle. Perusahaan tengah melakukan ekspansi besar-besaran untuk mengejar pertumbuhan bisnis cloud dan infrastruktur artificial intelligence (AI).
Bisnis tersebut berkembang cepat. Pendapatan unit infrastruktur Oracle mencapai sekitar US$7,4 miliar pada kuartal terakhir, sementara perusahaan terus menambah kapasitas pusat data untuk memenuhi permintaan komputasi AI.
Namun ekspansi itu membutuhkan uang sangat besar.
Belanja modal Oracle mencapai sekitar US$28,5 miliar dalam satu kuartal, melonjak dibandingkan US$8,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Arus kas bebas perusahaan pada periode tersebut bahkan tercatat negatif sekitar US$5 miliar.
Kondisi inilah yang membuat investor semakin mencermati neraca Oracle di tengah ambisi perusahaan menjadi salah satu pemain utama infrastruktur AI dunia.
Saham Oracle Sudah Tertekan
Kabar rencana penjualan saham Ellison juga datang ketika saham Oracle berada jauh di bawah level tertingginya.
Saham perusahaan telah mengalami tekanan besar sejak mencetak puncaknya pada September 2025. Kekhawatiran investor terutama berkaitan dengan besarnya biaya pembangunan pusat data dan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi AI.
Situasinya menjadi menarik karena secara operasional bisnis cloud Oracle justru berkembang pesat. Perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan cloud infrastructure 121% secara tahunan pada laporan terbaru.
Pasar dengan demikian menghadapi dua cerita yang bertolak belakang: pertumbuhan AI Oracle sangat cepat, tetapi biaya untuk mengejar pertumbuhan tersebut juga luar biasa besar.
Larry Ellison Tetap Jadi Pemegang Saham Raksasa Oracle
Meski angka 50 juta saham terdengar sangat besar, kepemilikan Ellison di Oracle jauh melampaui jumlah tersebut.
Ia memiliki sekitar 1,16 miliar saham dan menguasai sekitar 40% perusahaan. Bahkan setelah seluruh jatah penjualan dalam rencana tersebut terealisasi, posisi Ellison sebagai pemegang saham terbesar Oracle tidak akan berubah secara fundamental.
Yang lebih menarik bagi investor justru adalah timing transaksi tersebut.
Rencana penjualan jumbo datang ketika Oracle sedang mempertaruhkan modal besar untuk mengambil posisi strategis dalam ledakan AI global. Karena itu, pasar kemungkinan akan terus mencermati realisasi penjualan saham Ellison serta perkembangan arus kas dan investasi pusat data Oracle dalam beberapa bulan mendatang.