Mata Air Kehidupan di Amandanom, BMH Resmikan Sumur Bor ke-243 di Malang

NN Newsroom

Jumat, 9 Januari 2026

NASIONAL.NEWS (Malang) — Air adalah nafas bagi ibadah dan denyut nadi pendidikan di pesantren. Namun, bagi ribuan jiwa di Desa Amandanom, akses air bersih yang layak sempat menjadi kemewahan yang sulit digapai.

Tanpa sumber air yang stabil, kesehatan santri dan kekhusyukan ibadah di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Azis berada dalam pertaruhan besar.

Oleh karena itu, peresmian sumur bor ini menjadi sebuah urgensi kemanusiaan yang mendesak untuk segera dituntaskan.

Jawaban Atas Dahaga di Dampit

Pada Senin (5/1/2026), Baitul Maal Hidayatullah (BMH) resmi mengoperasikan sumur bor ke-243 di wilayah Jawa Timur. Terletak di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, fasilitas ini menjadi solusi permanen bagi 1.200 penerima manfaat.

Sebelumnya, warga dan santri hanya bergantung pada air sungai serta PAM swadaya yang sering kali surut ketika kemarau tiba. Kini, krisis tersebut telah berganti dengan aliran jernih yang siap menopang kebutuhan harian mereka.

Syukur dan Harapan di Garis Depan

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al-Azis, Kyai Said Abdullah, menyambut hadirnya sumber air ini dengan penuh rasa syukur.

“Alhamdulillah, dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air bersih santri dan masyarakat sekitar menjadi lebih tercukupi. Ini sangat membantu kegiatan pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dengan nada haru saat prosesi peresmian.

Transformasi Kesejahteraan yang Berkelanjutan

Kehadiran sumur bor ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah bentuk investasi sosial yang progresif.

Imam Muslim, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian akses kebutuhan dasar.

“Dengan tersedianya air yang layak, risiko penyakit lingkungan dapat ditekan dan efisiensi waktu para santri dalam beraktivitas dapat ditingkatkan secara signifikan,” ungkapnya.

Kebahagiaan dari Bilik Santri

Dampak nyata juga dirasakan langsung oleh para santri yang kini tidak perlu lagi khawatir akan air keruh. Ilham, salah satu santri, menuturkan betapa mudahnya kini mereka mengakses air bersih untuk bersuci sebelum menghafal kalam ilahi.

Kebahagiaan ini menjadi bukti bahwa dukungan para donatur telah menyentuh lapisan terdalam dari kebutuhan para pencari ilmu di pelosok daerah.

Fondasi Belajar yang Lebih Baik

Pada akhirnya, kolaborasi antara donatur dan BMH ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian mampu mengubah wajah sebuah peradaban kecil.

Akses air yang memadai merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.

Program ini telah menjawab kebutuhan utama anak bangsa agar mereka bisa belajar Al-Qur’an dengan mudah, lebih nyaman, dan dalam kondisi kesehatan yang jauh lebih baik.*/Herim

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version