Muslimat Hidayatullah Jawa Timur Berkomitmen Bangun Kemandirian Ekonomi Organisasi Dalam Rakerwil

Arsyis Musyahadah l

Senin, 18 Mei 2026

Spektrum bahasan

Batu, Malang — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Jawa Timur resmi dibuka pada Jumat, 15 Mei 2026 di Kota Batu, Malang. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam rangka konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta penguatan arah gerak Muslimat Hidayatullah Jawa Timur ke depan.

Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” Rakerwil dihadiri oleh 120 peserta yang terdiri dari Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah se-Jawa Timur.

Mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida, Ina Sriwahyuni, S.Pd., menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan forum tertinggi di lingkungan Mushida yang memiliki nilai penting dalam melakukan konsolidasi jati diri organisasi.

Menurutnya, jati diri Hidayatullah berakar pada landasan tauhid, risalah kenabian, serta komitmen terhadap amar ma’ruf nahi munkar.

“Sejak awal berdiri, Hidayatullah menekankan pembinaan aqidah dan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai sarana pembentukan kader. Karena itu, konsolidasi jati diri harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan jati diri menjadi fondasi penting agar organisasi tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum Rakerwil merupakan momentum yang sangat berharga karena akan menentukan arah dan masa depan Muslimat Hidayatullah Jawa Timur.

Menurutnya, penyusunan program kerja tidak hanya sebatas membuat agenda kegiatan, tetapi harus memperhatikan ketepatan program dan kesesuaian sasaran.

“Program yang disusun harus tepat dan sesuai dengan kebutuhan sasaran agar dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tarbiyah tidak hanya dimaknai sebagai pendidikan formal, tetapi mencakup proses pengkaderan secara menyeluruh dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan perjuangan organisasi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menyelaraskan seluruh program kerja dengan mainstream perjuangan Hidayatullah agar arah gerak organisasi lebih fokus, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi umat.

Menurutnya, fokus terhadap garis perjuangan organisasi akan memperkuat peran Muslimat Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam arahannya, ia juga mengajak seluruh unsur organisasi, mulai dari DPW, PW, hingga PD, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan cita-cita perjuangan bersama.

Pada penutupan acara, Ketua Bidang Pendidikan PP Mushida, Hapseni, S.H.I., menegaskan pentingnya sikap adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kita harus memiliki kemampuan untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, artificial intelligence (AI), dan perubahan global yang terjadi sangat cepat. Hari ini kita hidup di era digital, di mana hampir semua aktivitas sudah menggunakan teknologi,” urainya.

Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pengurus Mushida perlu meningkatkan kemampuan dalam penggunaan teknologi informasi, media digital, dan berbagai platform komunikasi.

“Dakwah hari ini tidak cukup hanya dilakukan di ruang-ruang pertemuan, tetapi juga harus hadir di ruang digital yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda,” imbuhnya.

Mushida harus terus melahirkan cara-cara baru yang lebih efektif dalam dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pelayanan umat.

Inovatif berarti berani membaca perubahan, melihat peluang, dan menciptakan solusi baru tanpa meninggalkan prinsip dasar perjuangan.

Rakerwil ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan program yang strategis, terukur, dan berdampak bagi penguatan organisasi Muslimat Hidayatullah Jawa Timur di masa mendatang.

Selain agenda konsolidasi dan presentasi program kerja, rangkaian Rakerwil juga diisi dengan kegiatan kunjungan peserta ke Malang Strudel & Farm di Kota Batu, Malang. Salah satu daya tarik utama di lokasi ini adalah fasilitas Live Kitchen. Melalui fasilitas tersebut, para peserta dapat melihat secara langsung proses pembuatan berbagai produk Malang Strudel yang dibuat secara segar dan higienis.

Kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan dan inspirasi kepada peserta mengenai pengembangan usaha kreatif, manajemen produksi, serta pentingnya inovasi dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi dan keluarga.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman dan motivasi untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di wilayah masing-masing, sehingga semangat kemandirian yang menjadi visi organisasi dapat diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version