
Ar Rohmah Bogor IIBS kembali melaksanakan proses penerimaan murid baru tahun akademik 2026–2027 melalui tes seleksi gelombang pertama. Memasuki pelaksanaan tes ketiga, sebanyak 53 calon murid mengikuti rangkaian seleksi secara online selama dua hari, Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026.
Skema daring tersebut tidak sekadar memindahkan proses ujian ke ruang virtual. Ar Rohmah Bogor IIBS menyusun seleksi dalam dua lapis, yakni pemetaan kemampuan dasar dan pengenalan karakter calon murid melalui asesmen lisan serta wawancara keluarga. Pada pola ini peserta didik diarahkan untuk membaca kesiapan calon santri secara lebih komprehensif.
Pada hari pertama, Sabtu (18/9/2026), peserta menjalani serangkaian asesmen lisan. Materinya mencakup kemampuan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, tilawah dan hafalan Al-Qur’an. Selain calon murid, orang tua juga mengikuti sesi wawancara sebagai bagian dari proses seleksi.
Tahapan tersebut memberikan ruang bagi sekolah untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik sekaligus kesiapan calon santri memasuki lingkungan pendidikan berasrama.
Wawancara orang tua juga menjadi bagian penting karena proses pendidikan tidak berhenti pada penerimaan murid, tetapi membutuhkan kesesuaian pemahaman antara sekolah dan keluarga.
Computer Based Test
Hari kedua difokuskan pada Computer Based Test (CBT) yang dilaksanakan melalui dukungan Zoom. Materi yang diujikan meliputi kemampuan numerik, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Keseluruhan rangkaian seleksi menggabungkan pengukuran kompetensi bahasa, kemampuan Al-Qur’an, kapasitas numerik, serta aspek personal dan dukungan keluarga.
Secara teknis, alur seleksi diawali dengan pengisian tautan kesiapan mengikuti tes oleh orang tua calon santri yang telah berada dalam grup CMB. Admin kemudian membagikan surat undangan, jadwal tes, kredensial CBT, tautan Zoom, serta ayat Al-Qur’an yang akan diujikan sehari sebelum pelaksanaan.
Rangkaian dua hari dalam format digitalisasi PPDB ini disertai mekanisme asesmen berlapis. Bagi Ar Rohmah Bogor IIBS, seleksi daring menjadi instrumen untuk menjaga keteraturan proses penerimaan sekaligus memperoleh pemetaan awal terhadap kesiapan calon santri dan wali.