Jakarta – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Sahabat Anak Indonesia (SAI) memilih menjadikannya sebagai gerakan nasional dengan menggelar Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 secara serentak di enam pulau besar Indonesia, Kamis (23/7). Melalui tiga program utama, organisasi ini menargetkan sedikitnya 2.026 anak menerima manfaat di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pelaksanaan nasional dipusatkan di Yayasan Marhamah Jakarta, Cipinang, sebagai titik koordinasi yang terhubung dengan kegiatan serentak di Pulau Papua, Lombok (Nusa Tenggara Barat), Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera. Mengusung tema “Satu Gerakan, Satu Semangat, Untuk Anak Indonesia”, festival menjadi bentuk kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat pendidikan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 waktu setempat dengan melibatkan relawan, pengurus daerah, mitra sinergi, komunitas, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak Indonesia.
Festival menghadirkan tiga program utama. Program Ceria Anak Indonesia menyalurkan santunan bagi anak yatim dan dhuafa sekaligus membagikan paket alat tulis serta perlengkapan sekolah. Program Buku Sahabatku mendistribusikan buku bacaan edukatif, Iqra’, dan Al-Qur’an guna memperkuat budaya literasi anak. Sementara itu, SAI Go To School menghadirkan edukasi hukum dan perlindungan anak sebagai upaya meningkatkan kesadaran mengenai hak-hak anak, pencegahan kekerasan, perundungan (bullying), serta pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penyuluhan hukum perlindungan anak menghadirkan Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., aktivis sekaligus advokat. Ia menekankan bahwa perlindungan hukum terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, setiap anak Indonesia berhak memperoleh rasa aman, perlindungan hukum, dan akses terhadap keadilan tanpa diskriminasi. Edukasi hukum sejak usia dini dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan, perundungan, eksploitasi, maupun berbagai bentuk pelanggaran hak anak.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Festival Sahabat Anak Indonesia menargetkan 2.026 penerima manfaat sebagai simbol peringatan Hari Anak Nasional 2026. Sasaran program meliputi anak yatim, anak dari keluarga dhuafa dan prasejahtera, serta peserta didik di sekolah-sekolah wilayah prioritas, termasuk kawasan 3T. Bantuan yang diberikan mencakup dukungan pendidikan, santunan sosial, penguatan literasi, hingga edukasi perlindungan anak.
Direktur Eksekutif Sahabat Anak Indonesia (SAI) Pusat, Syaharuddin Yusuf, S.Pd., mengatakan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bersama untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan kesempatan yang setara.
“Melalui Festival Sahabat Anak Indonesia 2026, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang mampu menjangkau sedikitnya 2.026 anak di berbagai wilayah Indonesia. Kami mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, media, dan seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan merangkul, memberdayakan, serta melindungi masa depan anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Rangkaian Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan serentak tanggal 23 Juli. Berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan penyaluran bantuan akan terus berlangsung sepanjang Juli 2026 secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing daerah.
SAI menyatakan keberlanjutan program sangat bergantung pada dukungan donatur, mitra sinergi, lembaga, perusahaan, pemerintah, media, komunitas, dan masyarakat luas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat sehingga semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, perlindungan yang memadai, serta kesempatan berkembang secara optimal.
Sebagai yayasan sekaligus gerakan sosial, Sahabat Anak Indonesia memiliki visi mewujudkan anak Indonesia yang terlindungi, berdaya, berkarakter, dan berprestasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguatan pendidikan, literasi, perlindungan anak, serta kolaborasi lintas sektor di seluruh Indonesia.








