NASIONAL.NEWS (Jakarta) – Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Milad ke-59 BMIWI yang dirangkaikan dengan Pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada hari Ahad (12/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis majelis taklim sebagai pilar pendidikan Islam nonformal, penguatan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta pembangunan karakter dan peradaban bangsa.
Acara ini mengusung tema “BMIWI Bersama Majelis Taklim untuk Indonesia: Melestarikan Tradisi Ilmu dan Meneguhkan Peradaban Berlandaskan Nilai-Nilai Islam.”
Kegiatan dihadiri oleh ribuan jamaah majelis taklim dari berbagai daerah di Indonesia serta dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Direktur Penerangan Islam Bimas Islam Dr. Mukhlis Hanafi serta Anggota Pokja Majelis Taklim Kementerian Agama RI Ustazah Dra. Hj. Yati Priyati, M.A.
Hadir pula Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., dan Wakil Ketua Umum MUI Dr. KH. Marsudi Syuhud. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan eksistensi majelis taklim dalam pembangunan nasional.
Majelis Taklim untuk Pembagunan Bangsa
Ketua Presidium BMIWI Periode 2025–2026, Dr. Iin Kandedes, M.A., menyampaikan bahwa pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional merupakan bentuk penghormatan kepada jutaan jamaah, pengurus, dan penggerak majelis taklim yang selama puluhan tahun telah mengabdikan diri dalam dakwah, pendidikan umat, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Momentum ini, terang Kandedes, diharapkan menjadi awal lahirnya pengakuan dan dukungan yang lebih kuat dari negara terhadap keberadaan majelis taklim sebagai mitra strategis pembangunan bangsa.
“Selama hampir enam dekade, BMIWI konsisten menjadi wadah sinergi organisasi-organisasi perempuan Islam di Indonesia,” kata Iin Kandedes dalam keterangannya diterima Nasional.news.
Dia menyebutkan, melalui jaringan majelis taklim yang tersebar di seluruh pelosok negeri, BMIWI terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keagamaan, memperkuat ketahanan keluarga, membangun kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin.
“Melalui pencanangan Hari Majelis Taklim Nasional, BMIWI mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama memberikan penghargaan terhadap peran historis dan kontribusi nyata majelis taklim dalam membangun masyarakat Indonesia yang religius, berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing,” katanya.
Dia menambahkan, Milad ke-59 BMIWI sekaligus menjadi tonggak baru dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjadikan majelis taklim sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan jati diri bangsa.
