Pemkab Aceh Barat Daya Apresiasi Peran PERTI pada Milad ke-98

Ainuddin Chalik

Sabtu, 2 Mei 2026

Spektrum bahasan

NASIONAL.NEWS (Adbaya) — Bupati Aceh Barat Daya yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah, Amrizal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat Milad ke-98 Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Tahun 2026 serta menegaskan peran strategis organisasi tersebut dalam pembangunan daerah, khususnya pada pembinaan akhlak dan pendidikan masyarakat.

Hal itu disampaikan Amrizal dalam rangkaian kegiatan tasyakuran yang digelar Pimpinan Cabang PERTI Kabupaten Aceh Barat Daya, Sabtu (2/5/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam ulama PERTI di sejumlah wilayah Aceh Barat Daya dan sekitarnya dengan tema “Menggenggam Erat Tradisi, Melangkah Menuju Masa Depan, Dalam Menyongsong Satu Abad PERTI.”

Peserta berkumpul di Masjid Jamik Baitul Adhim Blangpidie sebelum mengunjungi makam sejumlah tokoh ulama, di antaranya Abuya Syaikh T. Mahmud, Tgk. H. Abdul Hamid Kamal, Tgk. H. Muhammad Syam Marfaly, hingga Abuya Syeikh Tgk. H. Muhammad Waly Al Khalidy di Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.

Ziarah juga dilakukan ke sejumlah makam ulama lain di kawasan Manggeng, Tangan-Tangan, Setia, Susoh, dan Blangpidie. Kegiatan tersebut diikuti pengurus PERTI, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, serta organisasi serumpun.

Setelah ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan temu ramah di Pendopo Bupati Aceh Barat Daya yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRK, Majelis Permusyawaratan Ulama, serta jajaran pengurus dan majelis di lingkungan PERTI.

Dalam sambutannya, Amrizal menyatakan bahwa PERTI memiliki kontribusi penting dalam menjaga nilai keislaman di masyarakat.

“PERTI telah menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter masyarakat. Pemerintah daerah siap terus bersinergi dalam membangun Aceh Barat Daya yang religius, maju, dan berdaya saing,” ungkapnya.

PERTI sebagai Pusaka Warisan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PC PERTI Aceh Barat Daya, Tgk. H. Muhammad Qudusi Syam Marfaly, menjelaskan bahwa PERTI didirikan pada 5 Mei 1928 oleh sejumlah ulama, antara lain Inyiak Canduang, Inyiak Jaho, dan Syekh Abbas Qadhi.

Ia juga menyampaikan bahwa PERTI berkembang di Aceh sejak 1940-an melalui peran Abuya Muda Waly dan mengalami dinamika organisasi sebelum kembali bersatu pada 2016.

“PERTI merupakan pusaka yang diwariskan oleh Abuya Syekh Muhammad Waly Al Khalidy. Oleh karena itu, sebagai cucu rohani Abuya, kita berkewajiban melanjutkan amanah dan perjuangan beliau dengan membesarkan PERTI kembali,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Tgk. Muhammad Maimun, S.H.I.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version