Penasehat Presiden Sebut Istilah Londo Ireng Ditujukan kepada Pembuat Kegaduhan

NN Newsroom

Jumat, 31 Juli 2026

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menyampaikan pernyataan pers setelah rapat kabinet pleno yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Kantor Kepresidenan di Jakarta pada Senin (12 Februari). (Foto oleh: PR/Ibrahim)

Spektrum bahasan

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan bahwa istilah “Londo Ireng” yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto ditujukan kepada pihak-pihak yang dinilai gemar menciptakan kegaduhan, bukan kepada masyarakat secara umum. Menurutnya, penyebutan istilah tersebut memiliki sasaran yang spesifik dan tidak dimaksudkan sebagai label bagi seluruh warga.

Penjelasan itu disampaikan Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026), sebagai respons atas berbagai penafsiran yang muncul di ruang publik terkait penggunaan istilah tersebut.

“Mengkritik Londo Ireng boleh, dong. Kan enggak ditujukan ke rakyat secara umum. Itu kan ke, eh, apa? Kelompok-kelompok kritis yang, eh, kita duga sebagai Londo Ireng kan, bukan untuk, eh, masyarakat secara umum,” kata Hasan.

Ia menjelaskan bahwa istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kelompok yang dinilai lebih sering memunculkan kegaduhan dan memperlihatkan sikap pesimistis terhadap perkembangan bangsa.

Menurut Hasan, kritik yang dibangun secara konstruktif tetap menjadi bagian dari kehidupan demokrasi, namun berbeda dengan sikap yang hanya memperbesar suasana gaduh tanpa menghadirkan semangat membangun.

Hasan mengatakan kelompok yang dimaksud bahkan berasal dari berbagai latar belakang profesi, termasuk kalangan yang memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan di hadapan publik. Karena itu, ia menilai penting membedakan antara kritik yang bertujuan memperbaiki keadaan dengan sikap yang justru memperkuat pesimisme di tengah masyarakat.

“Itu hanya istilah untuk sebagian orang yang sepertinya lebih suka membuat kegaduhan dan lebih memilih melihat kehidupan bangsa ini dengan rasa pesimis,” ujarnya.

Ajak Kedepankan Persatuan

Lebih lanjut, Hasan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Menurutnya, energi bangsa akan lebih produktif apabila diarahkan untuk memperkuat kolaborasi, membangun kepercayaan diri, dan menjaga optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Ia menilai sikap saling menguatkan menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan nasional. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terjebak pada narasi yang memperlebar perbedaan, tetapi lebih mengutamakan kerja sama serta semangat kebersamaan.

“Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis. Dengan begitu, kita bisa maju lebih cepat,” tutur Hasan.

Menurut Hasan, semangat optimistis dan kekompakan merupakan fondasi penting untuk mendukung tercapainya cita-cita pembangunan nasional. Ia berharap seluruh komponen bangsa dapat berkontribusi melalui sikap yang membangun sehingga ruang publik diisi oleh dialog yang produktif dan berorientasi pada kemajuan bersama.

TERKAIT LAINNYA