SUMBA BARAT DAYA, NASIONAL.NEWS — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menegaskan bahwa Pulau Sumba memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat olahraga berkuda nasional.
Menurutnya, tradisi berkuda yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat menjadi modal penting untuk membangun pembinaan olahraga berkuda yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai destinasi olahraga dan pariwisata.
Pernyataan tersebut disampaikan Marciano saat meninjau Arena Pacuan Kuda Omba Calo di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Kamis.
Kunjungan itu merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 setelah pemerintah menetapkan Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sebagai tuan rumah melalui Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tertanggal 23 Juni 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Marciano didampingi Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena bersama sejumlah pejabat terkait untuk melihat kesiapan arena yang diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga pacuan kuda.
“Saya sangat senang bisa hadir di Sumba, di mana olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat,” ujar Marciano dalam keterangannya.
Ia menilai kedekatan masyarakat Sumba dengan kuda telah terbentuk sejak usia dini. Kebiasaan anak-anak menunggang kuda dinilai menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain sehingga layak dikembangkan menjadi kekuatan olahraga prestasi sekaligus daya tarik wisata berbasis budaya.
Arena Pacuan Kuda Omba Calo yang memiliki luas sekitar 21 hektare dipersiapkan sebagai salah satu venue utama cabang pacuan kuda pada PON XXII.
Menurut Marciano, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang melalui pembinaan atlet, peningkatan kualitas peternakan kuda lokal, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Jaga Fasilitas dan Pemberdayaan
Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI), Triwatty Marciano, turut mengajak masyarakat menjaga fasilitas yang akan dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Kalau fasilitas ini sudah selesai dibangun, mari kita jaga dan rawat bersama. Ini adalah aset daerah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumba yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan penyelenggaraan PON XXII secara menyeluruh.
Menurut Emanuel, pembangunan tidak hanya difokuskan pada sarana olahraga, tetapi juga pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sektor ekonomi dan pariwisata.
“Persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pada pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat tumbuh melalui penyelenggaraan PON,” ujarnya.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, PORDASI, dan seluruh pemangku kepentingan akan menghadirkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang berkualitas sekaligus meninggalkan warisan pembangunan olahraga, ekonomi, dan pariwisata bagi Nusa Tenggara Timur.
