Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Ketegangan Saudi-Iran Kembali Memanas

NN Newsroom

Jumat, 7 Agustus 2026

Ilustrasi kota yang berantakan porak poranda karena perang (ractapopulous/ pixabay)

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Sumber senior di Arab Saudi menyatakan serangan Houthi ke wilayah selatan Saudi yang mengakibatkan 11 orang terluka diklaim sebagai bentuk dukungan kelompok tersebut kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat.

Pernyataan itu muncul setelah otoritas Saudi menerima laporan intelijen yang disebut kredibel mengenai dugaan koordinasi antara Houthi di Yaman, milisi Irak yang didukung Iran, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk menyiapkan serangkaian serangan terhadap wilayah Saudi.

Menurut sumber tersebut, sasaran yang diperkirakan menjadi target meliputi fasilitas energi, infrastruktur vital, bandara, hingga pelabuhan. Informasi intelijen juga disebut mencatat adanya perpindahan rudal dan drone yang diduga menjadi bagian dari persiapan serangan serentak. Di sisi lain, Riyadh menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan apabila menghadapi setiap bentuk agresi.

Peringatan tersebut terbukti hanya berselang singkat. Pada Kamis (6/8/2026) malam, Houthi melancarkan serangan ke wilayah Najran yang berbatasan langsung dengan Yaman.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Jenderal Turki al-Maliki, menyampaikan serangan itu menyebabkan 11 korban luka, terdiri atas tujuh warga Saudi, dua warga Mesir, satu warga Yaman, dan satu warga Pakistan.

Tak pelak peristiwa ini menjadi insiden dengan jumlah korban luka terbesar yang tercatat di wilayah Saudi dalam beberapa tahun terakhir sejak konflik lintas perbatasan kembali meningkat.

Hubungan Arab Saudi – Iran Memanas Lagi

Memanasnya hubungan Arab Saudi dan Houthi tidak terlepas dari konflik Yaman yang berlangsung sejak 2014, ketika Houthi menguasai Sanaa dan sejumlah wilayah strategis.

Sejak 2015, Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Meski gencatan senjata pada April 2022 sempat menurunkan intensitas pertempuran, ketegangan kembali meningkat setelah konflik regional antara Iran dan Amerika Serikat meluas.

Situasi semakin sensitif menyusul kembali aktifnya serangan Houthi, pendaratan penerbangan langsung dari Iran ke Sanaa yang dikuasai Houthi, serta pengumuman blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi.

Pada hari yang sama, Houthi juga melancarkan serangan rudal balistik dan drone terhadap posisi militer pemerintah Yaman yang menewaskan sedikitnya 58 personel.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas peningkatan kekuatan militer yang didukung Saudi.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan akan memberikan balasan “pada tempat dan waktu yang tepat”, menandai bahwa eskalasi konflik di kawasan masih berpotensi terus berlanjut.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version