BOGOR — Ma’had Ar Rohmah Bogor menyelenggarakan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi bertema “Membangun Generasi Qur’ani untuk Negeri” pada 29–31 Oktober di SMP-SMA Ar Rohmah Bogor IIBS, Jalan Veteran III Tapos, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti 34 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi pengajar Al-Qur’an sekaligus meneguhkan peran pendidikan Al-Qur’an dalam pembentukan karakter generasi muda.
Sertifikasi tersebut menghadirkan Ustaz M. Syauqi Ilallah, S.Ag., Ustaz Aris Suwandi, S.Pd., dan Ustaz Muhammad Yani, S.Pd. Kehadiran para narasumber menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pengajaran Al-Qur’an.
Melalui sertifikasi ini, kompetensi guru tidak hanya dipandang dari kemampuan teknis membaca dan mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga dari kesiapan membimbing peserta didik memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Dalam materi yang disampaikan, salah satu narasumber Ustaz M. Syauqi Ilallah, S.Ag., menegaskan bahwa sertifikasi guru Al-Qur’an pada jenjang sekolah menengah atas memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar ketepatan membaca.
“Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi di tingkat SMA bukan hanya tentang memastikan mereka mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga bagaimana menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman,” ujarnya.
Ustaz Aris Suwandi menambahkan bahwa guru Al-Qur’an memiliki peran krusial sebagai bagian penting dalam proses pendidikan remaja. Pada fase ini, peserta didik menghadapi perkembangan sosial, budaya, dan teknologi yang memengaruhi cara berpikir serta perilaku mereka. Karena itu, guru membutuhkan kompetensi pengajaran sekaligus keteladanan agar pembelajaran Al-Qur’an dapat terhubung dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan yang sama Ustaz Muhammad Yani menekankan bahwa guru Al-Qur’an harus memiliki komitmen untuk membimbing remaja agar tumbuh dengan keimanan yang kuat, akhlak mulia, dan kemampuan memberikan manfaat bagi bangsa.
“Membangun generasi Qur’ani berarti menyiapkan masa depan negeri,” katanya, menggarisbawahi hubungan antara pendidikan Al-Qur’an, pembentukan karakter, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Membangun Akhlak dan Meneguhkan Pendidikan
Sementara itu, Direktur Ma’had Ar Rohmah Bogor Ustadz Marzan Safrudin, S.Pd.I., M.Pd., S.BA.C.MBA., dalam sambutannya mengingatkan bahwa santri tidak cukup hanya mampu mengajarkan Al-Qur’an secara benar. Mereka juga perlu membangun akhlak yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an.
Salah satu upaya yang ditekankan ialah memperbanyak tadabur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an agar pemahaman terhadap wahyu tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berlanjut pada penghayatan dan pengamalan.
Menurut Ustadz Marzan Safrudin, tujuan penting pendidikan Al-Qur’an adalah menjadikan kitab suci tersebut sebagai way of life atau pedoman hidup. Dengan demikian, proses pembelajaran perlu menghubungkan kemampuan membaca, pemahaman makna, pembentukan akhlak, dan penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.
“Jadi pada dasarnya, amanah kependidikan ini juga menuntut guru menjadi teladan bagi santri dan peserta didik yang dibimbing,” katanya.
Ustadz Marzan Safrudin berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian sertifikasi dengan baik dan dinyatakan lulus. Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk menyiapkan pengajar yang kompeten dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memiliki komitmen terhadap pembentukan karakter. (jdh/nas)








