SURABAYA – Semangat kolaborasi menebar kebaikan menyelimuti kawasan Pesantren Hidayatullah Surabaya. Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Mushida Kota Surabaya bersama Majelis Ta’lim Az-Zahrah dan Komite Sekolah SD Luqman Al Hakim Surabaya sukses menggelar Bakti Sosial (Baksos) dan Bazar Ramadhan 1447 H pada Selasa (10/02/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Utama Pesantren Hidayatullah ini berlangsung meriah sejak pukul 08.00 WIB. Antusiasme warga bahkan sudah terlihat sejak fajar menyingsing; banyak dari mereka yang telah tiba di lokasi sejak pukul 06.00 WIB demi mendapatkan kebutuhan pokok dan pakaian berkualitas dengan harga sangat terjangkau.
Ketua Komite SD Luqman Al Hakim Surabaya, Bu Cacik Suci Astuti, mengungkapkan bahwa agenda ini memiliki misi sosial sekaligus penguatan ukhuwah. “Kami ingin membantu masyarakat ekonomi bawah, khususnya warga Kejawan Putih Tambak, dalam persiapan materi menjelang Ramadhan. Di sisi lain, kami ingin menghapus kesenjangan sosial dan mempererat silaturrahmi antara keluarga besar pondok dengan warga sekitar,” ujarnya.
Layanan Kesehatan Hingga Santunan Yatim Tak hanya sekadar bazar, aksi nyata juga diwujudkan melalui penyaluran 500 paket sembako untuk dhuafa, santunan bagi 27 janda, serta 33 paket khusus untuk anak yatim.
Selain itu, Aula Rahmat Rahman disulap menjadi pusat layanan kesehatan gratis. Sebanyak empat tenaga medis, yakni dr. Ika, dr. Natra, drg. Agus, dan drg. Maya, dikerahkan untuk memberikan pemeriksaan umum, cek darah, pengobatan gratis, bekam, hingga konsultasi gigi bagi warga yang hadir.
Belanja Sambil Beramal Ketua PD Mushida Kota Surabaya, Ustadzah Rini, menyebutkan bahwa sekitar 50 panitia lintas unsur terlibat dalam kesuksesan acara ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. “InsyaAllah, kami berazam kegiatan ini akan terus diselenggarakan setiap tahun menjelang Ramadhan,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua MT Az-Zahrah, Bu Marliani Ayu (Bu Mayu), menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang melibatkan 14 stand UMKM tersebut. Harga barang yang ditawarkan pun sangat miring, mulai dari sembako hingga pakaian seharga Rp3.000 hingga Rp25.000. “Alhamdulillah, antusiasme luar biasa. Ada rasa haru mendengar penuturan warga yang sangat menantikan momen ini. Inilah esensi ‘belanja sambil beramal’ yang sebenarnya,” tambah Bu Mayu.
Kesuksesan sinergi ini juga tak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis, mulai dari PPH Surabaya, Sakinah, Roumah Wakaf, DPD Hidayatullah Surabaya, hingga para wali murid dan donatur. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan manfaat yang dirasakan masyarakat Surabaya dapat terus berkelanjutan.
(Penulis: Qoulan Tsaqila/Hidayatullah Kota Surabaya)
