Wakil Gubernur Papua Barat Harapkan Muslimat Hidayatullah Selalu Hadirkan Program Bermanfaat Untuk Umat

Arsyis Musyahadah l

Sabtu, 16 Mei 2026

Spektrum bahasan

Manokwari, Papua Barat — Muslimat Hidayatullah Papua Barat resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu, 14 Mei 2026 di Aula Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, majelis taklim Distrik Manokwari Selatan, para guru, pengurus DPW dan DMW Hidayatullah Papua Barat, serta pengurus Muslimat Hidayatullah dari berbagai kabupaten dan kota se-Papua Barat.

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, S.H., M.Si., serta dihadiri Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Papua Barat, Lani Lasainggi, S.Pd. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah dan organisasi perempuan terhadap penguatan peran muslimah dalam pembangunan masyarakat di Papua Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan keluarga.

Ia menilai organisasi perempuan Islam memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak.

“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan masyarakat. Kami berharap Muslimat Hidayatullah terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi umat dan masyarakat Papua Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BKOW Papua Barat menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga perempuan dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, pendidikan keluarga, serta kesejahteraan masyarakat.

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Papua Barat mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.”

Tema tersebut menjadi spirit dalam memperkuat identitas organisasi sekaligus mendorong transformasi gerakan agar lebih adaptif dan berdampak di tengah masyarakat.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Barat, Nadrah AS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah perjuangan ke depan.

“Rapat kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi merupakan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, menyusun langkah-langkah perjuangan, serta memperkuat arah gerak organisasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan umat dan tantangan zaman,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat memiliki makna mendalam, khususnya dalam memperkuat identitas Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi perempuan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Konsolidasi jati diri berarti kita harus kembali meneguhkan identitas Muslimat Hidayatullah sebagai organisasi perempuan Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, berakhlak mulia, memiliki semangat dakwah, serta berorientasi pada pembinaan umat,” jelasnya.

Menurutnya, transformasi organisasi juga menjadi kebutuhan penting agar Muslimat Hidayatullah mampu terus bergerak maju dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Transformasi organisasi menuntut kita untuk terus bergerak maju, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola organisasi, dan membangun kemandirian dalam berbagai bidang, baik dakwah, pendidikan, sosial, maupun ekonomi,” tambahnya.

Nadrah menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah Papua Barat diharapkan hadir bukan sekadar pelengkap organisasi, tetapi menjadi kekuatan perempuan yang mampu memberikan solusi, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan pengaruh positif di tengah umat.

“Kemandirian organisasi harus dibangun dengan kerja sama, disiplin, profesionalitas, dan semangat pelayanan,” pungkasnya.

Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Papua Barat diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan Islam yang aktif dalam dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan daerah.

TERKAIT LAINNYA