Wisuda Angkatan XI Sekolah Dai Hidayatullah Teguhkan Komitmen Dakwah hingga Pedalaman Indonesia

NN Newsroom

Senin, 27 Juli 2026

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Sekolah Dai Hidayatullah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kader dakwah melalui penyelenggaraan Wisuda dan Penugasan Lulusan Sekolah Dai Hidayatullah Angkatan XI Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 18 lulusan resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan pendidikan intensif selama satu tahun penuh dengan sistem berasrama dan selanjutnya menerima penugasan dakwah di berbagai wilayah Indonesia.

Prosesi wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan, tetapi juga awal pengabdian para lulusan sebagai kader dakwah yang akan menjalankan amanah di berbagai daerah. Sejumlah wilayah penugasan yang telah ditetapkan di antaranya Bangka Belitung, Pinrang, Bolaang Mongondow, Sumatera Utara, Cibuntu, serta sejumlah kawasan pedalaman lainnya yang masih membutuhkan penguatan layanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat.

Program Sekolah Dai Hidayatullah sendiri sebagai bagian dari sistem kaderisasi organisasi yang memadukan pembinaan keilmuan, pembentukan karakter, penguatan spiritual, serta pengalaman hidup berjamaah. Selama satu tahun, para peserta menjalani pendidikan secara penuh dalam lingkungan berasrama untuk membangun disiplin, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dinamika dakwah di tengah masyarakat.

Usai menyelesaikan pendidikan dasar tersebut, para lulusan tidak berhenti pada tahap pengabdian lapangan. Mereka akan melanjutkan program penugasan yang terintegrasi dengan pendidikan formal jenjang Strata Satu (S1), sehingga proses kaderisasi tetap berjalan seiring peningkatan kapasitas akademik dan kompetensi keilmuan.

Kepala Sekolah Dai Hidayatullah Bogor, Ust. Saepudin Abdullah, Lc., menjelaskan bahwa Sekolah Dai Hidayatullah merupakan upaya mencetak mubalig dan membangun kader dakwah yang memiliki kesiapan intelektual, spiritual, dan sosial untuk mengabdi di berbagai daerah.

“Program Sekolah Dai sebagai ikhtiar kita untuk melahirkan dai yang memiliki pemahaman keislaman yang baik, berkarakter kuat, siap hidup bersama masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan dakwah sesuai kondisi daerah penugasannya. Pendidikan selama satu tahun menjadi fondasi awal sebelum mereka melanjutkan pengabdian sekaligus menempuh pendidikan Strata Satu,” ujar Saepudin dalam keterangannya.

Menurut Saepudin, sistem pendidikan yang diterapkan menempatkan pembinaan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses akademik. Karena itu, kehidupan berasrama menjadi media pembentukan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang akan menjadi bekal ketika para lulusan diterjunkan ke berbagai wilayah.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan terhadap kader dakwah yang memiliki kapasitas keilmuan dan kemampuan adaptasi sosial terus meningkat seiring berkembangnya masyarakat Indonesia yang semakin beragam. Oleh sebab itu, regenerasi dai menjadi salah satu agenda strategis yang terus diperkuat oleh Hidayatullah melalui sistem pendidikan yang berkelanjutan.

Buka Pendaftaran Tahun Akademik 2026/2027

Seiring berakhirnya pendidikan Angkatan XI, Sekolah Dai Hidayatullah juga membuka pendaftaran calon mahasiswa baru Angkatan XII Tahun Akademik 2026–2027. Pendaftaran dibagi dalam tiga gelombang, yakni Gelombang I pada 1–30 Mei 2026, Gelombang II pada 1–30 Juni 2026, dan Gelombang III pada 1–31 Juli 2026.

Calon peserta yang dinyatakan diterima dijadwalkan memasuki asrama pada 16–23 Agustus 2026. Selanjutnya mereka akan mengikuti Masa Orientasi pada 24–30 Agustus 2026 sebelum kegiatan belajar resmi dimulai pada 31 Agustus 2026.

Saepudin mengajak generasi muda Islam yang memiliki semangat pengabdian untuk bergabung dalam program tersebut. Menurutnya, kebutuhan akan dai yang mampu membangun masyarakat melalui pendekatan pendidikan, pembinaan, dan pemberdayaan masih sangat besar di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui Sekolah Dai Hidayatullah, kami mengajak generasi muda untuk mengambil bagian dalam ikhtiar membangun umat. Dakwah hari ini membutuhkan kader yang selain menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter, keteladanan, serta kesiapan mengabdi di mana pun amanah diberikan,” kata Saepudin.

ia menambahkan, dengan pola pendidikan yang memadukan pembinaan karakter, penguasaan ilmu, dan pengalaman pengabdian, Sekolah Dai Hidayatullah terus memperkuat perannya sebagai salah satu lembaga pencetak kader dakwah yang dipersiapkan untuk melayani masyarakat di berbagai penjuru negeri.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version