Dialog Presiden dengan Ormas Islam Teguhkan Komitmen Kebersamaan Nasional

Teguh Darmawijaya

Minggu, 31 Agustus 2025

Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq Marling, salah satu perwakilam ormas Islam, dalam sesi dialog dengan Presiden Prabowo di Hambalang (Foto: Dok. Media WI)

NASIONAL.NEWS — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu (30/8/2025).

Pertemuan ini digelar untuk merespons dinamika kebangsaan yang dalam beberapa hari terakhir ditandai dengan aksi demonstrasi di sejumlah daerah hingga menimbulkan korban.

Ormas Islam yang Hadir

Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh nasional dari berbagai ormas Islam. Dari Hidayatullah hadir Ketua Umum Nashirul Haq Marling didampingi Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto. Nahdlatul Ulama diwakili Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni bersama Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf.

Beikutnya dari Muhammadiyah, hadir Ketua Lembaga Kesejahteraan Keluarga Sosial (LKKS) PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq dan Sekretaris Jenderal Abdul Mu’ti.

Sejumlah pimpinan ormas lain juga hadir, antara lain Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Dewan Dakwah Adian Husaini, Ketua Umum AQL Bachtiar Nasir, Ketua Umum Mathalul Anwar Embay Mulya Syarief, dan Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyah Faisol Nasar Madi.

Lalu hadir juga Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua Umum PP Persatuan Islam Jeje Zainuddin, Ketua Umum Al Wasliyah Masyhuril Khamis, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum PUI Raizal Arifin, Ketua Umum PERTI Syarfi Hutauruk, serta Ketua Umum KBPII Nasrullah.

Dari jajaran sekretaris jenderal hadir pula Babay Sujawandi (Mathalul Anwar), Ferry Juliantono (Syarikat Islam), Haris Muslim (Persatuan Islam), Kana Kurniawan (PUI), Khairan M. Arif (IKADI), Muhammad Halim Bakhabazy (Al-Irsyad Al-Islamiyah), Syaibani Mujiono (Wahdah Islamiyah), Undrizon (PERTI), Asep Efendi (KBPII), Avid Solihin (Dewan Dakwah), serta Agus Wicaksono dari DPP Al Ittihadiyah.

Bahas Persoalan Bangsa

Dalam konferensi pers, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan apresiasi atas forum dialog tersebut. “Alhamdulillah, sore ini rombongan 16 organisasi kemasyarakatan Islam diterima oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto di Hambalang,” ujarnya.

Yahya menjelaskan, pertemuan ini dihadiri para ketua umum, sekjen, serta sejumlah menteri kabinet. Dialog yang berlangsung menurutnya menyentuh langsung persoalan bangsa dalam situasi yang menegangkan.

“Kami berdialog dari hati ke hati, memahami secara umum tapi lengkap permasalahan bangsa yang dihadapi khususnya hari-hari ini. Dan, kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu membahu, berupaya untuk mengatasi keadaan untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan kesiapan ormas Islam mendukung langkah pemerintah. “Insya Allah bersama-sama presiden Prabowo Subianto di bawah pemerintahan beliau dan juga dengan dukungan dari para pemimpin umat, Insya Allah bersama-sama kita bisa mengatasi tantangan apapun yang kita hadapi,” tambah Yahya.

Yahya menyebutkan, tindak lanjut akan dilakukan dalam waktu dekat. “Setelah ini, Insya Allah, akan kami lanjutkan pertemuan lanjutan di Istana Negara bersama bapak presiden dengan ormas-ormas Islam. Dan mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama,” jelasnya.

Peran Ormas Tenangkan Masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya peran ormas Islam dalam menenangkan masyarakat di tengah gejolak.

“Kami selama tiga jam tadi berdialog dan memberikan masukan. Pak presiden begitu terbuka dan kami punya pandangan yang sama bahwa kekuatan ormas Islam adalah kekuatan yang punya sejarah panjang di republik ini,” ucapnya.

Haedar juga menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kami memahami demokrasi dan aspirasi tetapi hendaknya seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkannya dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan meruntuhkan keutuhan bangsa,” katanya.

Pertemuan ini menandai upaya bersama pemerintah dan ormas Islam dalam menjaga stabilitas nasional melalui dialog konstruktif di tengah dinamika politik dan sosial.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version