Dua Mobil Terseret Longsor di Jalur Batu-Mojokerto

Sebuah longsor terjadi di Jalan Raya Sumber Brantas, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis sore, 3 April 2025, menyebabkan gangguan signifikan dan korban jiwa. Insiden yang terjadi di jalur penghubung antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto menyapu dua kendaraan.

korban longsor mojokerto

Momen dramatis longsoran terekam oleh kamera dasbor kendaraan, dan video tersebut telah beredar luas di media sosial. Video berdurasi 1 menit 22 detik menunjukkan dua mobil yang melaju dari Pacet, Mojokerto, menuju Cangar, Batu, ketika tiba-tiba tebing di sisi kanan jalan runtuh, menelan kedua kendaraan.

Baca juga: Satu Jenazah Korban Longsor Mojokerto Ditemukan

Salah satu mobil, yang diperkirakan merupakan pikap putih, terlihat terangkat, terbalik, dan terseret ke bawah lereng di sisi kiri jalan oleh kekuatan longsoran.

Yoie Afrida Soesetyo Djati, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, mengkonfirmasi insiden tersebut dan dampaknya terhadap kendaraan yang lewat. “Sampai saat ini, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Data ini masih bisa berubah,” kata Yoie, yang mengindikasikan kemungkinan perkembangan lebih lanjut saat upaya penyelamatan terus dilakukan.

Menanggapi bencana tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Mojokerto segera dikerahkan ke lokasi. Tugas utama mereka adalah menilai kerusakan, berkoordinasi dengan pejabat desa setempat, mencari korban yang berada di dalam kendaraan, dan membersihkan puing-puing dari jalan.

“Fokus kami adalah menemukan korban dan membersihkan jalan agar akses dapat dibuka kembali sesegera mungkin,” tambah Yoie, menekankan pentingnya memulihkan konektivitas.

Tim tanggap darurat juga mencakup personel dari BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan), dan berbagai relawan. Upaya gabungan mereka bertujuan untuk mengelola dampak longsoran dan mempercepat proses pemulihan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari rute yang terdampak untuk memastikan keselamatan dan memfasilitasi upaya evakuasi yang sedang berlangsung. AKBP Andi Yudha Pranata, Kapolres Batu, secara khusus meminta wisatawan untuk tidak menggunakan rute tersebut selama operasi pembersihan. Mengingat diperkirakan akan ada sekitar 25.000 wisatawan, mengelola arus lalu lintas sangat penting untuk mencegah kemacetan dan memastikan keselamatan publik. “Kami mengimbau wisatawan untuk tidak menggunakan rute selama proses pembersihan. Petugas dari Satlantas Polres Batu berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas dan memberikan informasi kepada masyarakat,” jelas Andi.

Longsoran tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada kendaraan, tetapi juga memutus jalur transportasi vital antara Batu dan Mojokerto. Insiden tersebut menggarisbawahi kerentanan wilayah terhadap bencana alam dan pentingnya langkah-langkah manajemen bencana dan kesiapsiagaan yang kuat. Upaya yang sedang dilakukan untuk membersihkan jalan dan mencari korban tambahan merupakan langkah penting menuju pemulihan dan memastikan keselamatan warga dan pengunjung.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang jelas tentang sifat bencana alam yang tidak dapat diprediksi dan perlunya kewaspadaan dan tindakan proaktif untuk mengurangi dampaknya. Saat masyarakat bergulat dengan dampak tragedi ini, fokus tetap pada memberikan bantuan kepada yang terdampak dan memulihkan keadaan normal di wilayah tersebut.

Pos terkait