Posisi Strategis IHYA 2026 Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional

Ainuddin Chalik

Sabtu, 18 Juli 2026

JAKARTA, NASIONAL.NEWS — Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama M. Fuad Nasar menegaskan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 merupakan bentuk penghargaan bagi para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi memberdayakan industri halal nasional.

Menurutnya, ajang tersebut tidak sekadar memberikan apresiasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri halal yang semakin berdaya saing dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Fuad Nasar usai melakukan kunjungan kerja ke Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia diterima Kepala Pusat Industri Halal Kementerian Perindustrian, Dewi Setiawati, sekaligus menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Indonesia Halal Industry Awards yang telah berlangsung sejak 2021 dan kini memasuki penyelenggaraan keenam.

“Kementerian Agama mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang secara rutin sejak 2021 menyelenggarakan Indonesia Halal Industry Awards. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan bagi para pemangku kepentingan yang berperan dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan memberdayakan industri halal nasional,” ujar Fuad, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, penyelenggaraan IHYA 2026 memiliki arti strategis karena berlangsung menjelang implementasi Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Momentum tersebut dinilai penting untuk mempertemukan regulator, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membahas tantangan yang masih dihadapi industri, termasuk pemenuhan aspek kehalalan bahan baku impor.

Fuad berharap penyelenggaraan IHYA yang dirangkaikan dengan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 mampu menjadi ruang dialog sekaligus melahirkan solusi konkret guna memperkuat kesiapan industri menghadapi kewajiban sertifikasi halal.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menegaskan bahwa penerapan Wajib Halal Oktober 2026 merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat sebagai konsumen.

Acara Puncak Halal Industry Awards 2026

Penilaian IHYA 2026 dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli hingga akhir Agustus dengan tujuh kategori penghargaan, mulai dari perusahaan industri besar dan industri kecil menengah halal terbaik, kawasan industri, sentra IKM, lembaga pemerintahan, institusi pendidikan tinggi, hingga lembaga jasa keuangan terbaik.

Puncak penghargaan akan digelar pada 24–26 September 2026 di BSD City, Tangerang, bersamaan dengan Halal Indo 2026.

Fuad juga mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya yang telah memiliki Lembaga Pemeriksa Halal dan Halal Center, untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.

“Kita pasti gembira dan sekaligus bangga jika ada UIN yang menjadi nominator maupun pemenang penghargaan bergengsi tersebut pada kategori institusi pendidikan tinggi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sistem jaminan produk halal harus dibangun secara menyeluruh, tidak hanya pada proses produksi di hilir, tetapi juga mencakup tata kelola sektor hulu sesuai regulasi yang berlaku.

“Kementerian Agama memandang jaminan produk halal bukan hanya masalah hilir dalam industri, tetapi juga menyangkut masalah hulu yang semuanya perlu ditangani dengan baik sesuai regulasi dan prosedur yang berlaku. Halal life adalah kebaikan untuk semua,” tegasnya.

Sejak terbentuknya Direktorat Jaminan Produk Halal pada 2025, Kementerian Agama terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Perindustrian melalui berbagai agenda strategis. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal yang kompetitif di tingkat global.

TERKAIT LAINNYA

Exit mobile version